> >

WNI ABK Diamond Princess Harap-harap Cemas, Pemerintah Bilang Sabar

Berita kompas tv | 25 Februari 2020, 23:30 WIB
Presiden Jokowi menjawab pertanyaan dari wartawan di Istana Negara pada Rabu, 5 Februari 2020 (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPASTV - Pemerintah meminta WNI di Kapal Diamond Princess untuk bersabar. Secara politik Presiden Joko Widodo sudah memutuskan untuk melakukan langkah evakuasi.

Begitu kata Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman terkait permohonan kru Kapal Diamond Princess melalui video 1 menit 2 detik di yang dititipkan kepada ABC Indonesia beberapa waktu lalu.

Menurut Fadjroel pemerintah sedang menyiapkan langkah teknis baik dalam proses evakuasi maupun observasi. KBRI Tokyo dan Kementerian Luar Negeri juga sudah berkomunikasi dengan WNI di Kapal Diamond Princess. Termasuk menyediakan logistik bagi keperluan WNI di Kapal Diamond Princess.

Baca Juga: Menkes Terawan Yakin 9 WNI ABK Diamond Princess Dapat Perawatan Baik di Jepang

"Kami berpesan, agar sedikit bersabar karena pemerintah akan menjemput segera. Keputusan politik sudah diambil oleh Presiden Joko Widodo," kata Fadjroel melalui keterangan tertulis, Selasa (25/2/2020).

Sejauh ini pemerintah sudah memilih opsi evakuasi melalui jalur laut. Kapal yang akan digunakan adalah kapal medis milik Angkatan Laut RI, yaitu KRI Dr Soeharso.

Namun demikian kru kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang, meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan evakuasi. Sebab lebih dari 600 penumpang kapal terjangkit Virus Corona.

Permohonan tersebut tersebut dilayangkan melalui video 1 menit 2 detik di yang dititipkan kepada ABC Indonesia. Melalui video tersebut mereka menganggap seperti dibunuh secara perlahan-lahan di kapal pesiar Diamond Princess. 

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Evakuasi WNI yang Ada di Kapal Pesiar Diamond Princess

Selain itu, mereka berharap pemerintah tidak menggunakan kapal laut dalam proses evakuasi karena akan memakan waktu dua pekan perjalanan.

"Pak presiden mohon, buka hati nuraninya untuk jemput kami secepatnya. Kami semua sudah dites, dan hasilnya negatif. Yang positif sudah dievakuasi ke rumah sakit di Yokohama. Terima kasih pak presiden," permohonan mereka dalam video.

 

Penulis : Johannes-Mangihot

Sumber : Kompas TV


TERBARU