> >

Fakta Kegiatan Sunda Empire di Bandung

Berita kompas tv | 17 Januari 2020, 22:31 WIB
Raja Keraton Agung Sejagat Totok Santoso (ketiga dari kiri) yang kini sebgai tersangka kasus penipuan di Polda Jawa Tengah pernah mengikuti kegiatan Sunda Empire (Sumber: Facebook Mahmudi Adec)

2. Masih Pajang Foto Jokowi dan JK

Kegiatan Sunda Empire - Earth Empire (Sumber: Facebook Mahmudi Adec)

Dalam video dan foto kegiatan Sunda Empire, selalu menyertakan pataka yang mirip bendera di belakang meja pembicara. Jumlah beragam, mulai dari 6 hingga 10 pataka. Untuk posisi meja dan kursi peserta acara ditata seperti sidang parlemen. Di salah satu foto nampak pimpinan Sunda Empire sedang memberikan pidato.

Baca juga: Ada Jejak Raja Keraton Agung Sejagat Di Sunda Empire

Meski menempatkan pataka seperti layaknya sidang Persatuan Bangsa-Bangsa, foto Presiden dan Wakil presiden tetap terpajang. Merunut waktu kegiatan, foto Presiden dan wakil presiden itu adalah Joko Widodo dan Jusuf Kalla. 

Hal ini berbeda dengan Keraton Agung Sejagat. Saat deklarasi kerjaan di sebuah bangunan yang dinamakan Ndalem Pok Agung, Totok Santosa bersama sang Ratu Dyah Gitarja dan ratusan pengikut mengumumkan Keraton Agung Sejagat tidak memasang foto presien dan wakil presiden syang lazimnya ada dalam setiap ruang rapat atau kegiatan. Dalam pernyataannya Keraton Agung Sejagat sebagai juru damai terhadap konflik yang terjadi di seluruh dunia.


3. Atribut Militer Tak Berizin

Kegiatan Sunda Empire - Earth Empire di lapangan Isola resort Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. (Sumber: Facebook Mahmudi Adec)

Setiap anggota Sunda Empire menggunakan atribut militer lengkap dengan pangkat dan baret. Warna dari baret pun beragam, ada merah marun, hitam, biru, hijau dan jingga.

Setiap baret ada logo yang diduga menjadi perwakilan setiap daerah. Sunda Empire mengklaim memilki anggota dari 54 negara yang terbagi di 6 wilayah.

Pemerintah kota Bandung memastikan Sunda Empire tidak terdaftar di Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung. 
 

Penulis : Johannes-Mangihot

Sumber : Kompas TV


TERBARU