> >

Alasan Presiden Jokowi Libatkan Putra Mahkota UEA hingga Tony Blair Bangun Ibu Kota

Berita kompas tv | 16 Januari 2020, 17:01 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memimpin rapat kabinet paripurna soal bencana, khususnya banjir dan longsor di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/1/2020) (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kemunculan Putra Mahkota UEA Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, pendiri SoftBank Masayoshi Son dan dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair dalam proses pembangunan ibu kota baru untuk membangun reputasi dan kepercayaan.

Presiden Joko Widodo menjelaskan, pembangunan dan rencana pemindahan ibu kota yang saat ini terus dimatangkan bukan semata memindahkan lokasi maupun gedung-gedung pemerintahan. 

Di balik rencana tersebut, terdapat perubahan pola pikir, pola kerja, dan perubahan sistem secara menyeluruh yang hendak dicapai, termasuk membangun reputasi dan kepercayaan dari dunia internasional. Ibu Kota baru nanti akan bertaraf internasional dan akan menjadi sebuah lompatan bangsa.

Baca juga: Presiden Jokowi Undang Seluruh Negara Berinvestasi di Kalimantan Timur

Maka itu, pemerintah tak segan untuk menimba pengalaman dari sejumlah figur internasional yang memang memiliki pengalaman dan kapasitas, baik di bidang pengembangan kota itu sendiri maupun sarana dan sistem pendukungnya.

Semisal Syekh Mohammed bin Zayed Al Nahyan memiliki pengalaman dalam merombak total Abu Dhabi, membangun kota baru yang namanya Masdar City dan memiliki reputasi yang sangat baik di dunia. 

"Kemudian Masayoshi Son (CEO SoftBank) juga memiliki reputasi yang baik di bidang teknologi dan keuangan. Bapak Tony Blair juga sama, memiliki reputasi yang baik di bidang pemerintahan. Saya kira yang ingin kita bangun ini adalah trust internasional terhadap apa yang ingin kita kerjakan,' ucap Jokowidalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan tahun 2020 di The Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis(16/1/2020).

Presiden menambahkan, pemerintah telah memiliki sebuah gagasan besar dan konsep mengenai ibu kota baru tersebut. Seperti tergambar dalam konsep gagasan Nagara Rimba Nusa yang menggambarkan ibu kota baru nantinya sebagai kota yang ramah lingkungan.

Baca juga: Jokowi Janji Perbaiki Hutan di Ibu Kota Baru

"Sangat hijau, green city, smart city, compact city, autonomous city. Karena yang kita gunakan nanti autonomous vehicle dan electric vehicle di kota, selain itu enggak boleh," tuturnya.
 

Penulis : Johannes-Mangihot

Sumber : Kompas TV


TERBARU