> >

Operasional Terganggu akibat Fly Over di Muara Enim Roboh, PT KAI Sampaikan Permohonan Maaf

Peristiwa | 7 Maret 2024, 22:36 WIB
Kereta pengangkut batu bara yang tertimpa besi proyek pembangunan jalan layang di perlintasan Bantaian petak Jalan Gunung Megang - Penanggiran Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis (7/3/2024). (Sumber: ANTARA/HO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Divre III Palembang menyampaikan permohonan maaf atas terganggunya pelayanan operasional kereta api akibat robohnya fly over di Muara Enim.

Seperti diketahui, pemasangan girder pada pembangunan jembatan fly over di perlintasan Bantaian, petak jalan Gunung Megang - Penanggiran, Kabupaten Muara Enim, roboh pada Kamis, (7/3), sekitar pukul 11.00 WIB.

"Jalur KA untuk sementara tidak dapat dilalui akibat kejadian tersebut. KAI saat ini sedang berusaha melakukan upaya evakuasi rangkaian KA Babaranjang,” kata Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, dalam pernyataan resminya.

KAI selanjutnya akan melakukan upaya evakuasi rangkaian kereta api dan perbaikan jalur rel yang mengalami kerusakan.

"Insiden ini juga menyebabkan perjalanan KA Sindang Marga relasi Kertapati - Lubuk Linggau (PP) tanggal 7 Maret 2024 dibatalkan," tulis KAI.

"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Informasi lebih lanjut terkait kejadian ini akan kami sampaikan pada kesempatan selanjutnya," tutup pernyataan tersebut.

Baca Juga: Kemenhub Gelar Angkutan Mudik Gratis Lebaran 2024 Sepeda Motor dengan Bus, Kereta Api hingga Kapal

Dilansir dari Antara, sebanyak dua orang meninggal dunia akibat robohnya girder pada pembangunan jalan layang Bantaian, Jalur KA Gunung Megang - Penanggiran terhalang, di Kabupeten Muara Enim, Sumatera Selatan, Kamis, sekitar pukul 11.00 WIB.

Penjabat Bupati Muara Enim Ahmad Rizali mengatakan, total korban dalam kejadian itu sebanyak sembilan orang.

Sementara dua korban yang meninggal merupakan pekerja dari proyek tersebut yang sedang berada di lokasi itu.

"Ada dua orang yang meninggal atas nama Edi Saputra warga Desa Pegayut, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumsel, dan Weston warga Makassar, Sulawesi Selatan, yang meninggal pukul 13.25 WIB. Jenazah Weston rencananya akan dibawa ke Makassar," kata Ahmad.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU