> >

Luhut Sebut Tom Lembong Tak Selesaikan Program OSS saat Jabat Kepala BKPM

Politik | 25 Januari 2024, 11:31 WIB
Thomas Lembong (Menteri Perdagangan), Luhut Binsar Pandjaitan (Menko Polhukam), Darmin Nasution (Menko Perekonomian), Rizal Ramli (Menko Kemaritiman), Pramono Anung (Sekretaris Kabinet), dan Sofyan Djalil (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas) saat dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara pada 2015. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut Tom Lembong tidak melakukan banyak hal saat menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). 

Luhut mengatakan, Tom Lembong tidak bisa menyelesaikan pembangunan Online Single Submission (OSS) untuk kemudahan investasi. 

"Waktu Anda BKPM, apa yang Anda lakukan? Coba Anda kan ditugasin untuk OSS, saya ingat betul itu bagaimana Anda curhat ke saya," kata Luhut dalam video yang diunggan ke akun Instagramnya, Rabu (24/1/2024). 

"Tapi itu kan sampai Anda meninggalkan kabinet tidak pernah selesai, sekarang kami yang menyelesaikannya, Online Single Submission itu," tambahnya. 

Baca Juga: Guyon Prabowo Usai Dapat Dukungan Para Konglomerat: Baru Paham Kenapa Kalah Pilpres 2 Kali

Di kesempatan berbeda, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan platform layanan perizinan Online Single Submission (OSS) telah mencetak 4.061.883 Nomor Induk Berusaha (NIB) sepanjang tahun 2023.

Capaian tersebut tumbuh 64 persen dibandingkan total NIB yang terbit pada tahun 2022 sebanyak 2.473.243 NIB.

"Alhamdulillah sekarang OSS sudah bisa mengeluarkan NIB per hari sebesar 11.096 NIB dan untuk 2023 kita mampu mencetak 4.061.883 NIB," kata Bahlil dalam paparan realisasi investasi 2023 di Jakarta, Rabu (24/1). 

Dalam kesempatan itu, Bahlil menjelaskan proses perizinan usaha tersebut yang sempat bermasalah di tingkat pusat. Ia menyebut, pada 2018-2019, sempat terjadi polemik karena adanya penolakan OSS di BKPM.

Baca Juga: Netralitas, Anies Menyayangkan Pernyataan Jokowi Soal Presiden Boleh Kampanye dan Memihak

Penulis : Dina Karina Editor : Vyara-Lestari

Sumber :


TERBARU