> >

JK Sebut Jokowi Berubah karena Terlena Kekuasaan, Bandingkan Pemilu dengan Era Orba: 2024 Terburuk

Politik | 24 Januari 2024, 16:37 WIB
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) saat memberikan keterangan pers di kediamannya, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2024). (Sumber: Tangkap Layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Mantan wakil presiden RI, Jusuf Kalla menilai Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi berubah karena "terlena kekuasaan."

JK menyebut sosok Jokowi sekarang tidak seperti Jokowi yang dikenalnya dulu.

Politikus senior Golkar itu mengaku dulu mengenal Jokowi sebagai sosok yang sederhana. JK pun mengaku ia mengusulkan kepada Megawati Soekarnoputri agar Jokowi dicalonkan menjadi gubernur DKI Jakarta. 

Kemudian, ketika menjadi wakil presiden dalam periode pertama pemerintahan Jokowi, JK mengaku mereka menyelesaikan persoalan-persoalan dengan baik dan komunikasi antara keduanya terus berjalan.

Akan tetapi, JK menyebut Jokowi telah "terlena kekuasaan", terlebih usai isu liar bahwa politikus PDI Perjuangan itu ingin masa jabatannya sebagai presiden ditambah menjadi tiga periode.

"Saya kira begitu, berubah. Contohnya tiba-tiba ingin tiga kali, ya kan. Padahal konstitusi hanya (mengizinkan) dua kali. Jadi, perubahan-perubahan itu terjadi," kata JK dalam program "Gaspol" Kompas.com, Selasa (23/1/2024).

Baca Juga: Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye dan Memihak, Anies: Masyarakat Bisa Mencerna dan Menimbang

"Jadi, ya memang kalau orang sudah pegang kekuasaan, kadang-kadang terlena menikmati kekuasaan. Lupa," lanjut wakil presiden RI ke-10 dan ke-12 tersebut.

Jusuf Kalla kemudian menanggapi proses pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo yang melalui putusan kontroversial Mahkamah Konstitusi (MK). 

Gibran sendiri lolos pendaftaran Pilpres 2024 karena konstitusi diubah oleh MK yang waktu itu diketuai pamannya, Anwar Usman. Menurut JK, bisa saja Jokowi berniat ingin tetap berkuasa melalu Gibran. 

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas.com


TERBARU