> >

Pengamat: Wajar Jika Jokowi Punya Tokoh yang Digadang-gadang Lanjutkan Estafet Kepemimpinan, tapi...

Rumah pemilu | 23 Maret 2023, 07:30 WIB
Burhanuddin Muhtadi dalam Satu Meja The Forum, Rabu (22/3/2023) berpendapat sangat wajar jika Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memiliki tokoh yang digadang-gadang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinannya, namun Jokowi harus realistis. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Sangat wajar jika Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memiliki tokoh yang digadang-gadang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinannya, namun Jokowi harus realistis.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan hal itu dalam Satu Meja The Forum, Kompas TV, Rabu (22/3/2023).

“Bagaimana pun elite politik pasti punya preferensi terhadap pelanjut tongkat estafet kepemimpinan,” tuturnya.

“Wajar kalau Ibu Mega, Pak Jokowi, punya tokoh-tokoh yang digadang-dgadang, dan mungkin bukan cuma dua nama, Pak Ganjar atau Pak Prabowo.”

Tetapi, lanjut dia, dalam konteks demokrasi elektoral, aspirasi elite harus memerhatikan aspirasi massa, karena yang menentukan pada akhirnya adalah pemilih.

One person, one vote, one value, artinya, suara orang biasa ini yang pada akhirnya akan menentukan siapa yang akan menjadi pelanjut Pak Jokowi.”

Pada titik itu, kata Burhanuddin, jika tadinya Jokowi menggadang-gadang sejumlah nama calon penggantinya, dia harus melihat secara realistis.

“Pada ujungnya Pak Jokowi harus realistis melihat angka, di antara nama yang banyak di kantongnya itu, siapa yang potensial menjadi pemenang.”

“Oleh karenanya, endorsement-nya itu akan lebih diberikan kepada mereka yang dianggap punya potensi untuk menang,” kata dia.

Baca Juga: Intip Poster Ucapan Menyambut Ramadan yang Diunggah Jokowi, Ada Kucing Oren-Warteg Ditutup Tirai

Pertanyaannya adalah, seberapa besar efek endorsement dari Jokowi untuk menentukan 2024 nanti.

Menurut Burhanuddin, hal itu sangat tergantung pada approval rating Jokowi. Jika approval Jokowi turun, seperti yang terjadi pada November 2022 lalu, yakni dari 72 ke 66 persen, maka Anies Baswedan yang mengambil keuntungan.

“Yang tertekan adalah Ganjar dan Pak Prabowo. Itu baru kali pertama Pak Prabowo polanya berkebalikan dengan pola approval rating Pak Jokowi, karena sebelumnya itu umumnya mereka yang tidak puas pada Pak Jokowi akan mendukung Pak Prabowo.”

Saat approval rating Jokowi kembali meningkat mulai Desember 2022 hingga Maret 2023, yang tertekan justru Anies Baswedan, dan yang diuntungkan adalah Ganjar dan Prabowo.

 

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU