> >

Saat Mario Anak Eks Pejabat Pajak Akui Menyesal & Ingin Minta Maaf ke David, Putra Petinggi GP Ansor

Update | 26 Februari 2023, 12:06 WIB
Mario Dandy Satriyo (mengenakan baju oranye), penganiaya pria berinisial D (17) di Kompleks Grand Permata, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Mario dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (22/2/2023). (Sumber: KOMPAS.com/Dzaky Nurcahyo)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pelaku kekerasan dan penganiayaan Mario Dandy Satrio yang merupakan anak dari mantan pejabat pajak mengaku ingin meminta maaf kepada korban, Cristalino David Ozora.

Pengacara Mario, Dolfie Rompas, mengungkapkan bahwa saat berkomunikasi secara terbatas, kliennya itu menyampaikan keinginan untuk meminta maaf kepada David yang diketahui sebagai putra dari seorang petinggi GP Ansor.

”Mungkin dia menyadari hal itu, tetapi tidak bisa karena dia dalam proses hukum. David juga masih di rumah sakit,” ujar Dolfie di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (25/2/2023) dilansir dari Kompas.id.

Dolfie menegaskan pihaknya mendampingi Mario menjalani pemeriksaan lanjutan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (25/2) malam.

Hingga Sabtu pukul 19.00, Dolfie mengatakan, sudah ada lima pertanyaan penyidik yang diajukan kepada Mario.

”Kondisi (Mario) masih diperiksa. Namun, kondisinya seperti apa, penyidik yang lebih tahu,” kata Dolfie.

Baca Juga: GP Ansor Gelar Doa Bersama untuk Kesembuhan David Korban Penganiayaan Anak Pejabat Pajak

Kondisi terkini David

Di sisi lain, juru bicara keluarga korban, Rustam Hattala, mengungkapkan kondisi terbaru korban, Sabtu malam.

Ia menerangkan, setidaknya ada dua respons tubuh David yang masih dirawat di ruang ICU Rumah Sakit (RS) Mayapada, Kuningan, Jakarta itu, yakni membuka mata dan menggerakkan kaki.

"Jadi tadi sih katanya mata sempat terbuka terus tertutup lagi, terus ada gerakan kaki," ungkapnya kepada wartawan di RS Mayapada, Jakarta dipantau dari program Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Sabtu (25/2).

Sebelumnya, Sabtu (25/2) pagi, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani bersama Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas datang menjenguk David.

Menurut dia, dokter yang merawat David menyatakan bahwa keadaan laki-laki berusia 17 tahun itu lebih baik daripada hari pertama perawatan. 

Baca Juga: Update Kondisi David Korban Penganiayaan Anak Pejabat Pajak, Ada Dua Respons Tubuh

"Kami melihat kondisi David, dan mendapat penjelasan dokter ICU mengenai perkembangan kesehatan David. Dokter menyampaikan keadaan David yang lebih baik dibanding hari pertama perawatan, yang memberikan harapan," jelasnya, Sabtu.

"Namun proses observasi perkembangan dan perawatan David masih panjang," imbuhnya.

Pada Jumat (24/2) pengacara David, M Syahwan Arey, mengungkapkan kondisi korban yang masih tak sadarkan diri di ruang ICU RS Mayapada, Kuningan, Jakarta.

"Sampai saat ini belum sadar, kami sangat khawatir, mudah-mudahan ada perkembangan," ujar Syahwan, Jumat (24/2) dilansir dari Tribunnews. Ia pun menjelaskan, David mengalami pembengkakan otak.

"Masih ada pembekakak otak, semoga tidak terlalu parah," ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Prihatin dan Minta Maaf ke Orangtua David Korban Penganiayaan Anak Pejabat Pajak

David masih tak sadarkan diri hingga hampir sepekan usai dianiaya Mario pada Senin (20/2) malam.

Mario melakukan penganiayaan dengan menendang dan memukul kepala David yang terkapar di jalan. Saat dibawa ke Rumah Sakit, David dalam keadaan koma tak sadarkan diri.

Peristiwa tersebut direkam oleh teman Mario, Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan. Kini keduanya berstatus sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

 

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/Kompas.id/Tribunnews


TERBARU