> >

Mario Dandy Aniaya David, Kriminolog UI: Kenakalan yang Berakhir Kekerasan, Pidana Dilanggar

Kriminal | 24 Februari 2023, 05:25 WIB
Penampakan Mario, anak pejabat pajak yang aniaya David putra pengurus GP Ansor di Polres Metro Jaksel. (Sumber: Kompas.com/dzaki nurcahyo)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala melihat kasus anak pejabat pajak Mario Dandy yang menganiaya seorang remaja bernama David merupakan sebuah kenakalan yang berakhir dengan kekerasan. 

Menurut Adrianus, dengan adanya kekerasan tersebut, maka ada tindak pidana yang dilanggar oleh pelaku. 

"Kalau melihat substansinya sih, sebetulnya kenakalan, ya," kata Adrianus kepada Kompas TV, Kamis (23/2/2023).

"Ketika ada mantan pacar mengadukan, lalu kemudian rasa emosi dan mendatangi si pria. Itu kan cerita-cerita remaja sebetulnya."

"Tapi ketika dilakukan bersama-sama dan badan mereka secara kesegaran tinggi sekali, maka kenakalan tersebut berakhir dengan kekerasan dan kemudian terjadi tindak pidana dilanggar," jelasnya. 

Adrianus menambahkan, menurut keterangan terakhir, ada tiga pria dan satu perempuan saat kejadian tersebut. Hal itu juga bisa menjadi bukti tambahan adanya tindak pidana yang menyebabkan korban mendapat luka yang fatal. 

"Walaupun sejauh ini baru satu orang ditetapkan sebagai tersangka, bukankah dalam keterangan terakhir ada tiga pria dan satu wanita," lanjutnya. 

"Nah, mungkin ada dua orang yang memegangi, si tersangka ini memukulinya, pukulannya telak dan berakhir pingsannya si korban."

Baca Juga: Ayah Mario Pejabat Ditjen Pajak Minta Maaf ke David dan Orang Tuanya, PBNU, hingga GP Ansor

"Jadi ini niatnya kenakalan, atau substansinya kenakalan, tapi karena ada bantuan orang dan mungkin pukulannya berat sekali, maka korban kemudian menderita yang cukup fatal," tutur Adrianus. 

Saat ditanya apakah ada korelasi kekayan harta orang tua dengan arogansi yang ditunjukkan pelaku, Adrianus menjawab, "Paling tidak pada kepercayaan diri yang kelihatan tinggi sekali."

"Mungkin juga, yang bersangkutan itu merasa mampu, lalu juga merasa bahwa dirinya lebih tinggi secara status sosial dibanding korban."

"Dari mana perasaan ini muncul? Apakah ini karena pemahaman para pelaku tentang siapa yang menjadi orang tua masing-masing dan apa yang bisa dibantu ketika mereka terlibat masalah."

"Mungkin yang pertama kali, tapi jangan lupa ini diawali dari sikap yang terlalu percaya diri. Kepercayaan diri yang tinggi ini bisa datang dari pola pengasuhan yang diterima si tersangka," terangnya. 

Terakhir, Adrianus menilai penyelesaian kasus ini wajar apabila dilakukan melalui jalur hukum, mengingat korban mendapatkan luka yang fatal. 

Masyarakat tentu juga berharap kasus ini tidak berakhir damai sehingga bisa mencegah kejadian serupa terulang lagi. 

"Ya kalau memang tidak ada kondisi fatal dan serius, pada dasarnya ini adalah masalah anak muda," ujarnya. 

Baca Juga: Ayah Mario Dandy Minta Maaf Atas Penganiayaan David, Akankah Terbuka Jalur Mediasi?

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU