> >

BLT BBM Buat Kepuasan Publik ke Jokowi Meningkat, Padahal di Era SBY Ditolak PDIP

Politik | 20 Februari 2023, 12:13 WIB
Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan modal kerja dan bantuan langsung tunai minyak goreng kepada pedagang kaki lima dan pedagang Pasar Angso Duo, Kota Jambi, Kamis (7/4/2022). (Sumber: BPMI SEKRETARIAT PRESIDEN. )

JAKARTA, KOMPAS TV - Hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Litbang Kompas menunjukkan kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin di bidang kesejahteraan sosial pada survei Januari 2023 meningkat 3,3 persen dibandingkan survei tiga bulan sebelumnya.

Dikutip dari Kompas.id, Senin (20/2/2023), secara umum, kinerja pemerintahan Jokowi-Amin pada survei Januari 2023 mendapat apresiasi positif dari publik setelah sempat turun 4 persen pada survei Oktober 2022. 

Baca Juga: Survei Litbang Kompas: Kepuasan Publik terhadap Stabilitas Politik dan Keamanan Naik

"Di awal tahun keempat periode kedua pemerintahan Jokowi-Amin ini, derajat kepuasan publik meningkat sebesar 7,2 persen menjadi 69,3 persen," tulis tim Litbang Kompas. 

Tingginya kepuasan atas kinerja pemerintah bidang kesejahteraan sosial kali ini merupakan buah dari kerja keras pemerintah mengatasi kemiskinan yang tak lepas dari program-program bantalan sosial yang diberikan untuk merespon gejolak harga kebutuhan pokok dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada September lalu.

"Keraguan publik atas upaya pemerintah memberikan bantalan sosial dan mengatasi problem kemiskinan yang terbaca pada survei Oktober 2022 terpatahkan dengan signifikansi peningkatan kepuasan atas kedua indikator kesejahteraan tersebut pada survei Januari 2023," sambungnya.

Tak dapat dimungkiri, naiknya beberapa harga kebutuhan pokok diikuti kenaikan harga BBM pada semester II tahun 2022 di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih akibat pandemi membuat penilaian kinerja bidang kesejahteraan sosial merosot pada survei Oktober 2022, bahkan tercatat terendah sepanjang periode kedua pemerintahan Jokowi-Amin.

"Kini kondisi berbalik arah. Setelah lebih kurang empat bulan masyarakat menerima bantuan langsung tunai (BLT) yang digelontorkan pemerintah sebagai pengalihan BBM bersubsidi hingga Rp 24,17 triliun, tingkat kepuasan pun meningkat." 

 

"Masyarakat merasakan sekali manfaat dari bantalan sosial tersebut. Kepuasan terhadap program bantuan sosial (bansos) ini pun meningkat 7 persen," ujarnya.

Tantangan mengatasi problem kemiskinan yang menguat pada survei sebelumnya perlahan telah berhasil diatasi dengan apresiasi yang tinggi pada survei terbaru dengan derajat kepuasan yang meningkat 8 persen, tertinggi di antara empat indikator lainnya.

Penulis : Fadel Prayoga Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas.id


TERBARU