> >

Survei LSI: Kinerja Ekonomi Nasional Dinilai Membaik, Persepsi Positif Datang dari Pendukung Jokowi

Politik | 22 Januari 2023, 20:43 WIB
Ilustrasi. Presiden Jokowi Buka Rakornas Kepala Daerah dan FKPD se-Indonesia, Bogor, 17 Januari 2023. (Sumber: Youtube Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Survei Nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebut kinerja ekonomi pemerintahan Joko Widodo secara umum membaik. Namun, persepsi positif ini terindikasi dipengaruhi oleh sikap partisan dalam populasi.

Rezim Jokowi cenderung dinilai lebih baik dalam menanggulangi empat masalah ekonomi, yakni mengurangi jumlah orang miskin, menekan harga-harga kebutuhan pokok, menyediakan lapangan kerja, dan mengurangi jumlah pengangguran.

“Kami menanyakan masyarakat perihal peran pemerintah mengurangi orang miskin. Persepsi umumnya positif meskipun yang menyatakan buruk juga masih banyak,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam pemaparan hasil survei pada Minggu (22/1/2023).

Baca Juga: Simulasi Pilpres LSI: Ganjar Menang, Didukung Hampir Setengah Pemilih Jokowi-Ma'ruf Amin

Menurut survei LSI, sebanyak 31-36% populasi menilai pemerintahan Jokowi membaik dalam hal mengurangi jumlah orang miskin, menekan harga-harga kebutuhan pokok, menyediakan lapangan kerja, dan mengurangi jumlah pengangguran.

Meskipun demikian, jumlah responden yang menilai tidak ada perubahan dalam penanggulangan empat hal di atas juga cukup banyak, antara 31 dan 35%.

Sementara itu, populasi yang menilai kinerja pemerintah justru memburuk antara 23 hingga 29%.

Di lain sisi, Djayadi menyorot penilain kinerja pemerintah dengan basis dukungan populasi terhadap partai dan paslon Pilpres 2019 lalu.

Hasilnya, pendukung Jokowi-Ma’ruf cenderung menilai positif kinerja pemerintah dibanding pendukung Prabowo-Sandiaga. Pendukung PDIP dan PKB cenderung menilai positif kinerja pemerintah dalam empat isu yang ditanyakan.

Selain itu, pendukung Gerindra, Golkar, NasDem, PKS, PPP, PAN, dan Demokrat cenderung menilai kinerja pemerintah dalam empat isu di atas memburuk atau tidak ada perubahan.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU