> >

Duduk Perkara Pembunuhan Berantai Wowon dan Solihin: Serial Killer dari Cianjur sampai Bekasi

Kriminal | 20 Januari 2023, 13:26 WIB
Kolase tiga tersangka pembunuhan berencana di Bekasi dan Cianjur, Dede Solehudin (kiri), Wowon Erawan (tengah), dan Solihin alias Duloh (kanan). (Sumber: Tribunnews)

Kombes Hengki juga menerangkan, hasil pemeriksaan sementara ada enam korban pembunuhan Wowon dan Solihin di Cianjur dan Garut. Sebagian besar korban pembunuhan itu adalah keluarga Wowon. 

Di Cianjur, polisi menemukan empat jasad korban yang telah dikubur di dalam tiga lubang di sekitar rumah pelaku. Akan tetapi, pelaku mengaku ada lima mayat yang dikuburkan di area sekitar rumahnya.

Satu jenazah itu masih dicari keberadaannya oleh polisi di sekitar rumah pelaku di Cianjur.

"Di TKP Cianjur ada empat kerangka. Kemudian, ada pengakuan tersangka, satu kerangka lain dalam pencarian," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran, Kamis (19/1).

Selain itu, ada satu jenazah di Garut yang sempat dibuang pelaku ke laut namun ditemukan oleh masyarakat dan kemudian dikuburkan dengan wajar.

Penipuan dengan modus supranatural menggandakan harta

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, tiga pelaku selalu menyasar para tenaga kerja wanita (TKW).

Mereka menipu korban agar memberikan hartanya dengan iming-iming memberi kesuksesan dan kekayaan dengan kemampuan supranatural. 

"Korban ini ada yang kasih sampai dengan Rp250 juta, Rp180 juta," ujar Fadil dilansir dari Kompas.com.

Setelah tipu dayanya berhasil, tersangka membunuh korban yang menagih janji iming-iming mereka. 

"Mereka dijanjikan saat kembali ke Indonesia akan memperoleh rumah bagus dan ada penggandaan uang," sambung Kombes Hengki.

Baca Juga: Kerangka Korban Pembunuhan Berantai Wowon Cs Ditemukan, Polisi: Ada yang Dikubur Dua Tahun Lalu

Takut ketahuan, keluarga di Bekasi ikut dihabisi

Aksi penipuan Wowon diketahui oleh Maimunah dan anak-anaknya, sehingga menyebabkan pelaku tega menghabisi nyawa mereka.

Menurut Irjen Fadil, pelaku menganggap bahwa keluarganya menjadi orang yang berbahaya karena mengetahui tindakan kriminal yang ia lakukan.

"Jadi keluarga dekatnya ini dianggap berbahaya karena mengetahui dia melakukan tindak pidana lain," ucap Fadil.

 

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


TERBARU