> >

Demokrat ke Bamsoet: Berhentilah Embuskan Angin Sesat ke Presiden Jokowi

Rumah pemilu | 9 Desember 2022, 11:30 WIB

 

Ketua MPR Bambang Soesatyo yang juga Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) (tengah) mendeklarasikan Automotive Golf Community (AGC). (Sumber: Dok. IMI)

JAKARTA, KOMPAS TV - Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengimbau kepada Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet untuk menyetop mengeluarkan pernyataan yang malah merugikan bagi Presiden Jokowi. 

Hal ini menanggapi ucapan Bamsoet ihwal permintaan dirinya yang menyarankan pelaksanaan Pemilu 2024 dipikirkan ulang.

Baca Juga: Bamsoet Sarankan Pemilu 2024 Dipikirkan Ulang: Berpotensi Panaskan Suhu Politik Nasional

"Berhentilah mengembuskan angin sesat yang bisa membuat Presiden Jokowi terjerumus. Lebih baik para elite politik pendukung Jokowi, fokus membantu presiden menyelesaikan berbagai permasalahan negeri ini," kata Herzaky kepada wartawan, Jumat (9/12/2022). 

Menurut dia, syahwat kekuasaan sepertinya begitu kuat membungkus sebagian para elite pendukung pemerintahan hari ini, dibandingkan keinginan untuk memikirkan rakyat kecil dan membantu rakyat yang makin kesusahan sejak pandemi. 

"Dengan entengnya secara bergantian melantangkan wacana presiden tiga periode ataupun penundaan pemilu 2024," ujarnya. 

 

Ia menyebut, seakan-akan melanggar konstitusi, mengkhianati amanah reformasi 1998 yang membatasi kekuasaan presiden maksimal dua periode, itu hal receh dan biasa saja bagi mereka. 

"Makin ke sini, makin terlihat wajah buruk pemerintahan periode ini. Berulang kali, terus dan terus, secara bergantian melantunkan nafsu kekuasaan, ingin terus berkuasa, padahal prestasi cekak, dan rakyat banyak yang makin kesusahan sejak pandemi."

"Seakan urat malu sudah putus, karena mungkin hidup hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongannya saja," ujarnya. 

Herzaky menambahkan, rakyat banyak yang sedang susah, dijepit kemiskinan yang tak kunjung membaik, banyaknya pengangguran, dan merebaknya pemutusan hubungan kerja di mana-mana, dan masih terus diuji dengan tontonan perilaku elite yang menganggap pelanggaran konstitusi sebagai goyunan. 

"Tak ingin meninggalkan gelanggang, padahal tak kunjung bermanfaat untuk rakyat. Tak berprestasi, tapi tak malu meminta perpanjangan waktu. Sudah ditolak keras oleh rakyat, tapi masih terus mencoba dengan segala pembenaran," katanya. 

Sebelumnya, Bamsoet menganggap penyelenggaraan Pemilu 2024 sebaiknya dipikirkan ulang.

Alasan Bamsoet, sejumlah potensi perlu diwaspadai. Salah satunya pemilu 2024 disebut berpotensi memanaskan suhu politik nasional. 

"Tentu kita juga mesti menghitung kembali, karena kita tahu bahwa penyelenggaraan pemilu selalu berpotensi memanaskan suhu politik nasional, baik menjelang, selama, hingga pasca penyelenggaraan pemilu," kata Bambang dalam tayangan Youtube Poltracking Indonesia, Kamis (8/12/2022).

Politisi dari Golkar itu menyinggung soal proses pemulihan akibat pandemi Covid-19, serta potensi ancaman globan dan juga potensi bencana. 

Baca Juga: Pengamat soal Saran Bamsoet untuk Pikirkan Ulang Pelaksanaan Pemilu 2024: Pengkhianat Konstitusi

"Nah ini juga harus dihitung betul, apakah momentumnya (Pemilu 2024) tepat dalam era kita tengah berupaya melakukan recovery bersama terhadap situasi ini," ujar Bamsoet. 

Penulis : Fadel Prayoga Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU