> >

Anak yang Racuni Keluarga di Magelang Dikenal Pendiam dan Aktif Kegiatan Warga

Update | 2 Desember 2022, 12:33 WIB
Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang, Deo Daffa Syahdilla alias DDS (22), dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan aktif kegiatan warga di lingkungannya. (Sumber: Tribunnews)

"Wis (sudahlah), aku percoyo (percaya) yakin," balas adiknya itu.

Contoh lain, Sukoco pernah mengecek pengakuan Deo yang menyebut bahwa dia bekerja di suatu tempat. Setelah dikonfirmasi ke beberapa pihak, ternyata hal itu tidak benar.

"Kelakuannya sudah melampaui batas, itu suatu peristiwa yang luar biasa bagi saya," kata kerabat keluarga yang tewas diracun di Magelang itu.

Baca Juga: Psikolog Klinis Duga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Magelang Alami Gangguan Psikologis

Senada, pengakuan Deo yang menyatakan sakit hati lantaran dijadikan tumpuan ekonomi keluarga dipatahkan polisi. 

Berdasarkan pemeriksaan penyidik, Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan bahwa tersangka sedang menganggur.

"Memang sempat tersangka mengaku memiliki pekerjaan di salah satu perusahaan milik negara pada tahun 2018-2021, namun setelah dilakukan cross check ternyata tidak ada data yang bersangkutan bekerja di sana," kata Sajarod, Rabu (30/11/2022).

"Sepertinya demikian tersangka memberikan keterangan bohong," ucapnya.  

Karena diduga berbohong, Deo terancam bakal dikenakan pasal tambahan. Saat ini ia masih dijerat Pasal 340 KUHP Juncto 338 KUHP dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau seumur hidup. 

Sebagaimana telah diberitakan KOMPAS.TV, Deo ditetapkan sebagai tersangka atas kematian ayah, ibu, dan kakak perempuannya Dhea Chairunisa (25) pada Senin (28/11/2022).

Ia mengaku menuangkan dua sendok teh racun ke masing-masing minuman korban, berupa teh hangat dan es kopi.

Baca Juga: Diungkap Paman, si Bungsu Peracun Keluarga di Magelang Sering Nipu Ortu: Rp32 Juta Habis Sebulan

Berdasarkan pemeriksaan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah, petugas menemukan kandungan sianida di tubuh jenazah korban, yakni Abbas, Riyani, dan Dhea.

"Jelas penyebab kematian akibat masuknya racun. Kemarin pemeriksaan laboratorium sudah keluar, dan hasilnya positif sianida. Hanya sianida saja," ungkap Kepala Biddokkes Polda Jawa Tengah Kombes Sumy Hastry Purwanti dalam program Kompas Petang KOMPAS TV, Rabu (30/11/2022).

Deo juga mengaku pernah melakukan percobaan pembunuhan terhadap keluarganya pada 23 November 2022. Kepada petugas kepolisian ia mengaku menaruh zat arsenik ke dalam minuman dawet yang kemudian ia berikan kepada keluarganya.

Pelaku sengaja membeli arsenik secara daring untuk dicampurkan ke dalam minuman dawet yang diberikan kepada kedua orangtuanya, kakaknya, dan beberapa orang lainnya.

Para korban yang meminum dawet beracun hanya mengalami gejala muntah-muntah dan tidak sampai meninggal. 

"Rabu yang lalu sudah mencoba (meracuni para korban). Beli dawet (sudah dibubuhi racun) untuk beberapa orang, tapi tidak sampai menyebabkan kematian. Kadarnya rendah, hanya mual-mual," ujar Sajarod, Selasa (29/11/2022).

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


TERBARU