> >

Kendala Tim DVI Polda Jabar Identifikasi Korban Gempa Cianjur: Jenazah Sulit Dikenali, Kurang SDM

Update | 27 November 2022, 13:58 WIB
Suasana Pos Ante Mortem DVI Polda Jawa Barat di RSUD Sayang, Cianjur, Minggu (27/11/2022). (Sumber: Tangkapan layar KOMPAS TV)

CIANJUR, KOMPAS.TV - Selain kesulitan melakukan identifikasi jenazah korban gempa Cianjur, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat juga kekurangan sumber daya manusia (SDM).

Jurnalis Kompas TV Reza Pratama melaporkan, tim DVI Polda Jawa Barat yang bersiaga di RSUD Sayang, Cianjur mengalami kelelahan karena mereka terus bekerja setiap hari untuk memeriksa jenazah yang ditemukan oleh tim gabungan pencari korban hilang.

"Nantinya mungkin akan diberikan bantuan dari Mabes Polri," jelas Reza di Breaking News KOMPAS TV, Minggu (27/11/2022).

Selain itu, tim DVI juga kesulitan untuk mengenali bagian wajah jenazah, sehingga foto terakhir dari korban dari keluarga dapat mempercepat proses identifikasi.

Hingga Minggu, masih ada sepuluh jenazah dalam proses identifikasi. Tim DVI Polda Jawa barat mengimbau, bagi keluarga yang mencari anggota keluarganya yang masih hilang, bisa membawa kartu keluarga, rekam medis gigi, atau foto terakhir korban ke RSUD Sayang.

Baca Juga: Satu Jenazah Perempuan Korban Gempa Cianjur Ditemukan di Dekat Kolam, 13 Orang Masih Dicari

Selain itu, bagi anggota keluarga yang kuat secara fisik dan mental juga dapat langsung datang ke ke RSUD Sayang, Cianjur, Jawa Barat untuk memeriksa properti jenazah secara langsung di Pos Ante Mortem DVI Polda Jawa Barat.

Anggota keluarga dapat melihat barang yang dikenakan jenazah, misalnya perhiasan. Sebab, bagian wajah korban sudah sulit dikenali, karena sudah cukup lama tertimbun reruntuhan atau tanah.

Berdasarkan data dari tim DVI Polda Jawa Barat, sebanyak 134 jenazah korban gempa Cianjur telah berhasil diidentifikasi. Mereka terdiri dari 27 balita, 15 anak-anak, dan 92 orang dewasa.

Korban yang telah teridentifikasi itu dapat dikenali berdasarkan sidik jadi, barang atau properti yang digunakan saat terjadi gempa, serta foto terakhir korban sebelum gempa Cianjur.

Terbaru, satu jenazah telah berhasil teridentifikasi pada Minggu (27/11/2022) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Jenazah tersebut diketahui merupakan warga Desa Cijedil, Kampung Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

Hingga Minggu siang, tim pencari korban hilang gempa Cianjur masih berusaha menemukan 13 orang di Desa Cijedil. Sejumlah alat berat bantuan dari TNI pun dikerahkan di sejumlah titik.

Baca Juga: Satu Jenazah Kembali Ditemukan, 134 Korban Tewas Gempa Cianjur Teridentifikasi, Balita hingga Dewasa

Tim pencari bahkan menerjunkan tim susur sungai di daerah Warung Sinta untuk mencari jenazah. Sebab, sebelumnya tim sempat menemukan satu jenazah yang hanyut di sungai.

Tim gabungan masih akan terus mencari korban yang hilang hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), ada 318 orang meninggal dunia akibat gempa Cianjur hingga Sabtu (26/11/2022).

Lebih dari 7.000 orang mengalami luka-luka, 108 di antaranya mengalami luka berat. Selain itu, sekitar 70 ribu warga masih tinggal di pengungsian karena rumah mereka roboh akibat gempa yang terjadi pada Senin (21/11/2022) pukul 13.21 WIB itu.

Baca Juga: Efek Pengungsian, Enam Korban Gempa Cianjur Dirawat di Rumah Sakit karena ISPA hingga Sakit Jantung


 

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU