> >

Dahlan Rais Ingin Enam Darah Segar dalam PP Muhammadiyah, Haedar Nashir: Tergantung Pleno

Muktamar muhammadiyah | 20 November 2022, 17:25 WIB
13 pengurus PP Muhammadiyah yang dipilih dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo, Jawa Tengah, Minggu (20/11/2022). (Sumber: dok. panitia muktamar)

SOLO, KOMPAS.TV - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menjawab usulan Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Muktamar ke-48 Muhammadiyah Ahmad Dahlan Rais terkait penambahan enam darah segar dalam tubuh PP Muhammadiyah.

Hal itu karena 13 formatur PP Muhammadiyah mayoritas diisi oleh tokoh senior.

Haedar mengatakan penambahan enam orang tersebut akan ditentukan melalui sidang pleno yang akan digelar PP Muhammadiyah terpilih.

“Kami bersidang pleno apakah peluang yang diberikan oleh AD ART untuk menambah itu (pengurus pusat) mau kita gunakan atau tidak," kata Haedar dalam konferensi pers di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta, Minggu (20/11/2022).

Baca Juga: Abdul Mu'ti Jadi Sekretaris Umum PP Muhammadiyah 2022-2027: Saya akan Jadi Makmum Pak Haedar

"Ya tentu demi kemaslahatan tentu juga akan ditambah. Tapi tergantung pada keputusan pleno itu bisa menambah, bisa tidak. Kami tidak bisa mendahului pleno,” lanjutnya.

Diketahui, Haedar Nashir kembali dipilih sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah dengan didampingi oleh Abdul Mu'ti sebagai Sekretaris Umum, untuk periode 2022-2027.

Berikut 13 pengurus PP Muhammadiyah periode 2022-2027 yang terpilih melalui e-voting:

  1. Haedar Nashir (2203 suara)
  2. Abdul Mu'ti (2159)
  3. Anwar Abbas (1820)
  4. Busyro Muqoddas (1778)
  5. Hilman Latief (1675)
  6. Muhadjir Effendy (1598)
  7. Syamsul Anwar (1494)
  8. Agung Danarto (1489)
  9. Saad Ibrahim (1333)
  10. Syafiq A Mughni (1152)
  11. Dadang Kahmad (1119)
  12. Ahmad Dahlan Rais (1080) 
  13. Irwan Akib (1001)

Haedar Nashir menambahkan, PP Muhammadiyah juga akan membentuk majelis, lembaga, biro dan lainnya.

Baca Juga: Dua Kali jadi Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir: Sejengkal Didepankan dan Seiinci Ditinggikan

“PP Muhammadiyah sangat serius biasanya. Jadi program itu kita terjemahkan dalam kebijakan-kebijakan terukur yang itu biasanya memerlukan konsinyering, lalu kita yang menjalankan tugas sebagaimana mestinya,” kata Haedar.

Terkait relasi politik, Haedar Nashir mengatakan, selama lima tahun, PP Muhammadiyah terus melakukan relasi kebangsaan dalam bidang ekonomi, budaya, keagamaan dan politik.

Penulis : Dian Nita Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU