> >

Surya Paloh Penasaran soal "Pemodal Besar" yang Disebut Bikin Deklarasi NasDem-Demokrat-PKS Batal

Rumah pemilu | 12 November 2022, 07:27 WIB
Ilustrasi. Koalisi Perubahan yang terdiri dari Partai NasDem, Partai Demokrat, dan PKS. Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh penasaran soal "pemodal besar" yang disebut membuat rencana deklarasi NasDem-Demokrat-PKS batal dilaksanakan. (Sumber: Kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum (Ketum) Partai NasDem Surya Paloh penasaran soal "pemodal besar" yang disebut membuat rencana deklarasi NasDem-Demokrat-PKS batal dilaksanakan.

"Siapa pemodal besar itu? Kita pun juga kepingin," kata Surya Paloh di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2022), dikutip Kompas.com.

"Coba sebutkan, kita kepingin, katakan kita kepingin," sambung dia.

Bagi Paloh, jika benar adanya, pemodal besar yang dimaksud harus mau dekat dengan NasDem.

"Ini kan apes ini. Pemodal besar enggak ada, pemodal kecil enggak ada," tegas Ketum NasDem itu.

Ia pun waspada, jangan-jangan pemodal besar hanya ingin menghancurkan Koalisi Perubahan yang digagas Partai NasDem, Partai Demokrat dan PKS.

"Heh, ini kan segala kemungkinan bisa terjadi. Kalau kita bilang iya, salah. Kita bilang tidak, juga salah. Jadi kita harus waspada," ujar dia, sembari mengatakan tetap, "eling dan wospodo."

Baca Juga: PKS Ungkap Deklarasi Koalisi Perubahan Batal karena Oligarki: Pemodal Nggak Boleh Kuasai Kita

Koalisi Perubahan sebelumnya berencana melakukan deklarasi pada Kamis (10/11) lalu. Namun, agenda itu urung digelar.

Pemodal Besar

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera mengaku tengah melawan oligarki, sehingga deklarasi untuk Pemilu 2024 itu tertunda.

“Kami di Koalisi Perubahan lagi coba, kenapa agak lama? Bocoran sedikit, kami lagi lawan oligarki, ini enggak boleh ada pemodal besar yang menguasai kita,” ujar Mardani dalam diskusi yang digelar Kaukus Muda Indonesia (KMI) di Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (10/11/2022).

“Oligarki politik ini kadang-kadang dia mainnya dua kaki, ini harus dilawan,” imbuh dia.

Ketua DPP PKS itu mengatakan, kendati deklarasi pada Kamis lalu batal, koalisi NasDem, Demokrat bersama partainya, hanya soal menunggu waktu saja.

Baca Juga: Dari Anies Baswedan sampai Ganjar, Ini Bakal Capres Terbaru dari Tiap Partai, Publik Punya Pilihan

 

Penulis : Rofi Ali Majid Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU