> >

Moeldoko Soal Syarat Anggota TNI Tinggi 160 Cm: Prajurit Disiapkan Buat Perang, Bukan Baris-berbaris

Politik | 29 September 2022, 21:30 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat memberi sambutan di pembukaan Dexa Award Science Scholarship 2021 secara virtual, Rabu (30/6/2021) (Sumber: Tangkap Layar/Nurul)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Staf Presiden Moeldoko angkat bicara terkait revisi aturan penerimaan masuk taruna Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang diatur dalam Peraturan Panglima TNI Nomor 31 Tahun 2020.

Diketahui, aturan yang direvisi tersebut yaitu mengenai tinggi badan dan usia calon taruna dan taruni TNI.

Baca Juga: Jaksa Agung: Kasus Pembunuhan Brigadir J Tidak Rumit, Hanya Pelakunya yang Luar Biasa

Moeldoko merasa adanya perubahan aturan tersebut tidak perlu dipersoalkan.

Pasalnya, prajurit TNI disiapkan untuk bertempur. Bukan untuk melaksanakan kegiatan baris berbaris atau kegiatan protokol lainnya.

Dengan begitu, menurut Moeldoko, soal tinggi Taruna dan Taruni TNI diturunkan bisa disesuaikan.

"Prajurit TNI disiapkan untuk perang, bukan baris berbaris, bukan untuk protokol, jadi ketinggian itu bisa disesuaikan," kata Moeldoko di Bina Graha, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Baca Juga: KSAD Dudung Cek Kesiapan Drumband Canka Panorama yang Bakal Tampil di HUT ke-77 TNI

Moeldoko yang juga mantan Panglima TNI itu lantas menceritakan pengalamannya bertemu dengan seorang perwira militer dari Prancis yang memiliki tubuh pendek.

Dalam pertemuannya itu, Moeldoko bertanya kepada prajurit  itu mengenai proses dirinya bisa bergabung dengan kesatuan militer Prancis.

Prajurit Prancis itu kemudian menjelaskan kepada Moeldoko, bahwa sejatinya dalam peperangan diperlukan tentara yang memiliki fisik mungil.

"Eh moeldoko, Anda ngerti gak, kalau kita perang kita harus lewati lorong-lorong kecil, orang seperti saya ini yang bisa melewati," ujar Moeldoko menirukan jawaban si prajurit Prancis itu.

Baca Juga: Usman Hamid: Kasus Pembunuhan Brigadir J Pelanggaran HAM Berat

"Maknanya apa, prajurit itu dibentuk untuk bertempur, bukan sekedar protokoler atau baris-berbaris, sehingga persoalan tinggi badan itu bisa disesuaikan, jadi jangan menjadi persoalan."

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU