> >

Dari Korean hingga Tukung Cukur, Menilik Gerak Relawan Anies Baswedan untuk Capres 2024

Rumah pemilu | 29 September 2022, 11:49 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (10/7/22). Para relawan mulai bergerak untuk Anies Capres (Sumber: Kompas.tv/Hasya Nindita)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Relawan Anies Baswedan mulai bergerak di pelbagai wilayah di Indonesia untuk melambungkan nama Gubernur DKI Jakarta itu sebagai calon presiden di Pemilu 2024.

Dukungan ini, misalnya, digaungkan dalam acara Musyawarah Nasional Simpul Simpul Relawan Anies Baswedan yang digelar di Hotel Aone Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2022) kemarin.

Ketua Panitia Munas itu, Marlina Idha yang berasal dari Simpul Relawan Garnies, mengatakan para relawan yang hadir dari seluruh Indonesia dan terdiri dari 90 simpul relawan Anies.

“Kami berkomitmen untuk bergerak dengan mengedepankan politik beretika,” ujar Marlina dalam siaran persnya, Senin (26/9/2022).

Menurut Marina ada 300 orang relawan perwakilan dari 90 Simpul Relawan Anies Baswedan dari seluruh Indonesia yang hadir. Sejumlah tokoh pun yang selama ini dianggap dekat sama Anies pun hadir, mulai dari Sudirman Said hingga Eep Saifullah Fatah. 

Di antara relawan itu yang hadir adalah GARNIES yang berisi para pengusaha UMKM, lalu ada lagi relawan bernama OPTIMIS yang merupakan gabungan tukang cukur seluruh Indonesia. 

"Ada lagi relawan bernama BRANI1 yang anggotanya berasal dari relawan antar iman, Jaringan Pendidik Anies yang anggotanya merupakan para pendidik dari seluruh Indonesia, dan banyak lagi," katanya,

 

Hal ini, kata Marlina menunjukkan bahwa relawan Anies berasal dari berbagai kalangan dengan ragam suku, agama, dan latar belakang.

"Kami disatukan oleh tekad untuk mendukung Anies Baswedan sebagai presiden Indonesia karena telah teruji dan terbukti mampu memajukan Jakarta dan menyejahterakan warganya," terang Marlina Idha.

Baca Juga: Andi Mallarangeng Soal Demokrat Usung Anies Baswedan Jadi Capres 2024: Belum Rampung Pembicaraannya

Bergerak di Sejumlah Wilayah

Selain itu, tercatat, ada sejumlah aliansi dan jaringan relawan Anies yang mulai bergerak, baik secara offline di akar rumput maupun secara digital.

Mulai dari aliansi bernama Korean atau Konfederasi Nasional Relawan Anies (Korean) dan Relawan Anies yang terlihat paling rapi secara digital.

Lewat medsos mereka membuat situs khusus terkait hal-hal positif Anies. Bahkan membuat pendaftarakan secara digital secara terbuka hingga membuat pelbagai brosur maupun selebaran digital tentang Anies. 

Korean misalnya, klaim memilik jaringan di 34 provinsi di Indonesia dan belasan simpul jaringan.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Korean Muhammad Ramli Rahim yang mengatakan, pihaknya siap memenangkan Anies dalam Pilpres 2024.

"Semua simpul relawan ini siap memperjuangkan Anies Rasyid Baswedan menuju kemenangan Pilpres 2024 kelak," kata Ramli dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (16/9/2022) dilansir Kompas.com.

Ramli menegaskan, ketika Anies siap mengunjungi daerah-daerah maka para relawan siap memfasilitasi pertemuan Anies dengan masyarakat Indonesia.

Adapun Korean memiliki jaringan di 34 provinsi di seluruh Indonesia, serta 12 simpul relawan itu adalah Jaringan Nasional Milenial Anies (Jarnas Mileanies).

Kemudian Relawan Anies Baswedan Bagian Timur Indonesia (Relabatin), Relawan Sumatera Utara Persatuan Pengamal Tarekat Islam (Relasumut PPTI), Forum Masyarakat Rantau Sahabat Anies (FORMARASA).

Ajatappareng Militan Anies (AMANA), Relawan Anies Alumni Universitas Hasanuddin (RELAUNHAS), Relawan Borneo Bersama Anies (ReBoBA), Relawan Sumut Aceh Militan Anies (RELASAMAN). Lalu, Relawan Anies Kepulauan Maluku (RELAKAMU), Relawan Anies Baswedan Taiwan (RELATA), Relawan Petani Anies (RELATANI) serta Relawan Pengusaha Anies (RELAPENA).

Baca Juga: Masyarakat Deklarasi Dukung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Relawan Bergerak Jelang Pilpres, Dipengaruhi Jokowi

Peneliti Politik BRIN, Wasisto Raharjo Jati menilai, munculnya fenomena relawan jelang Pilpres 2024 ini tidak terelakkan.

Ia melihat, munculnya fenomena ini tidak lepas dari faktor dua pemilu sebelumnya, khususnya, ketika Jokowi dengan para relawan yang bisa mengantarkan sampai duduk ke kursi presiden.

"Fenomena relawan ini muncul karena efektivitas relawan Jokowi dalam mengusung nominasi dirinya dari akar rumput hingga kemudian mendapatkan status kandidat definitif yang maju dalam pilpres," tuturnya kepada KOMPAS.TV Kamis (29/9/2022).

Namun kata dia, para relawan ini tergerak untuk jadi relawan lantaran tiga hal, yakni, kharisma, serta narasi yang dibangun calon itu. 

"Tergantung dari kharisma, ketokohan, dan narasi masing-masing figur," ujarnya. 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/kompas.com/tribun jakarta


TERBARU