> >

Tanggapi Pidato AHY di Rapimnas, Faldo Maldini: Kalau yang Dicari Hanya Tepuk Tangan, SIlakan Saja

Politik | 17 September 2022, 11:17 WIB
Pidato AHY. Staf Khusus Menteri Sekretariat Negara, Faldo Maldini menanggapi pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Rapimnas Partai Demokrat. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

KOMPAS.TV – Staf Khusus Menteri Sekretariat Negara, Faldo Maldini menanggapi pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang membandingkan pencapaian pembangunan zaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Joko Widodo atau Jokowi.

Faldo mengatakan, semua yang dikerjakan pemerintah adalah untuk kesejahteraan rakyat, dan bukan untuk menunjukkan siapa yang paling hebat.

“Tentunya kita semakin matang dalam berdemokrasi dan bernegara. Semua yang dikerjakan untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk tunjukkan siapa yang paling hebat,” tuturnya dalam rekaman video yang diterima KOMPAS.TV, Sabtu (17/9/2022).

“Kecuali memang yang dicari hanya tepuk tangan, ya silakan saja,” lanjutnya.

Dalam rekaman video tersebut, Faldo juga mengatakan AHY boleh berpandangan seperti apa saja.

Sebab, ini negara demokrasi, dan setiap warga berhak untuk memberikan penilaian.

Baca Juga: Demokrat Setuju Pembangunan IKN tapi Sarankan Ditunda, AHY: Indonesia Tidak Boleh Terus Tambah Utang

Namun, ungkap Faldo, keberhasilan pemerintahan Presiden Jokowi bukan hanya karena kehebatan Jokowi secara pribadi, tetapi juga atas dukungan dan kontribusi dari rakyat.

“Kepemimpinan di Indonesia harus memiliki keberlanjutan. Ada yang dulu baru berjalan lalu diteruskan. Ada yang dulu tidak jalan dibuat berjalan.”

Sebelumnya, dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat, Jumat (16/9/2022), AHY membandingkan sejumlah pembangunan di era SBY dan Jokowi.

Pada sektor pembangunan infrastruktur misalnya, AHY mengatakan banyak sekali proyek pembangunan infrastruktru di zaman SBY, dan dilakukan menyeluruh.

“Dan tidak setiap kali diglorifikasi. Jadi mohon maaf, ada yang mengatakan zaman dulu tidak ada pembangunan infrastruktur, nyatanya banyak.”

“Yang kedua, direnacanakan, dipersiapkan, dialokasikan anggarannya dan dimulai dibangun, sehingga banyak yang sudah 70 persen bahkan 80 persen, tinggal gunting pita,” tuturnya.

AHY juga mempertanyakan, apakah masuk akal dalam setahun bisa menggunting pita.

“Setahun gunting pita masuk akal nggak? Kita enggak perlu juga diapresiasi, tapi jangan mengatakan, ‘ini kehebatan kita, satu tahun gunting pita’, itu namanya claiming sesuatu yang... saya kadang-kadang speechless juga mengatakannya.”

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU