> >

Suharso Melawan Usai Dicopot dari Jabatan Ketum PPP, Arsul Sani: Tak Ada Manfaatnya

Politik | 9 September 2022, 08:18 WIB
Anggota Komis III DPR-RI, Arsul Sani (Sumber: Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS TV - Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani menilai langkah perlawanan yang dilakukan oleh Suharso Monoarfa terkait pencopotan dirinya dari orang nomor satu di partai berlambang Kakbah itu tak akan ada manfaatnya. 

Diketahui, dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP di Serang, Banten memutuskan mencopot Suharso Monoarfa dari jabatan ketua umum (Ketum) PPP.

Kini, posisi itu digantikan oleh Muhamad Mardiono selaku Plt Ketum PPP.

Baca Juga: Kemenkumham Kaji Perubahan Pengurus PPP yang Menetapkan Mardiono sebagai Plt Ketum

“Rasanya enggak akan banyak manfaatnya ada puluhan lawyer. Ini kan bukan sengketa personal,” kata Arsul kepada Kompas TV, Jumat (9/9/2022).

Menurut dia, pergantian ketum itu sebagai upaya kader untuk menyelamatkan PPP dalam menyongsong agenda Pemilu 2024 mendatang. 

Ia menyebut, sosok Suharso telah tidak mendapatkan kepercayaan dari kalangan elite partai hingga kaum santri. 

“Bagaimana menyelamatkan partai ketika top eksekutif partai sudah tidak bisa lagi diterima para pemangku kepentingan partai, yakni para kyai, kalangan santri, kader partai,” ujarnya. 

 

Anggota Komisi III DPR RI itu menambahkan, dirinya meyakini permasalahan ini bisa diselesaikan di tataran internal partai. Sebab, dirinya terus menjalin komunikasi dengan seluruh pihak, yaitu Suharso dan Mardiono. 

“Kami terus berkomunikasi satu sama lain. Optimis bisa kita selesaikan dengan baik meski perlu waktu,” katanya.

Sebelumnya, Suharso Monoarfa tak terima dirinya dicopot dari jabatan Ketum PPP.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas itu mengumpulkan 26 pengurus harian DPP PPP pada Selasa (6/9/2022). 

Salah satu agendanya adalah membatalkan hasil Mukernas yang menetapkan Muhammad Mardiono menjadi Plt Ketum PPP. 

Baca Juga: Suharso Monoarfa Dicopot dari Jabatan Ketua Umum PPP, Arsul Sani Beberkan Alasannya

"Rapat pengurus harian sudah dilaksanakan hari Selasa (6/9) di Jakarta dari siang sampai malam dan itu kuorum, yang hadir 26 orang dari 46, kan lebih separuh. Ada dokumen dan tanda tangannya kok. Saya kalau ada undangan yang ditandatangani ketua umum dan sekjen saya hadir," kata Ketua DPP PPP Syaifullah Tamliha kepada wartawan, Kamis (8/9/2022). 

Penulis : Fadel Prayoga Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU