> >

Marak Polisi Tembak Polisi, DPR Desak Polri Genjot Pendidikan Mental Khususnya Bintara dan Tamtama

Politik | 6 September 2022, 09:54 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir saat memimpin Rapat Kerja Komisi III DPR RI dengan Wakapolri di Ruang Rapat Komisi III, Gedung Nusantara II DPR RI, Senayan, Jakarta,Senin (5/9/2022). (Sumber: Jaka/Man)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengoptimalkan penggunaan anggaran Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/ Lembaga (RKA-KL) tahun 2023 mendatang untuk pendidikan mental segenap anggota kepolisian. 

Khususnya, kata dia, khususnya yang masih berpangkat golongan Bintara dan Tamtama.

Politikus Golkar itu menyebut, pendidikan mental tersebut penting dilakukan dalam rangka mengantisipasi penyalahgunaan senjata di tubuh Polri.

Pernyataan ini disampaikan Adies dalam Rapat Komisi III DPR bersama Wakapolri beserta segenap jajaran petinggi Polri, pada Senin (5/9/2022). 

“Dalam rangka pembahasan anggaran RKA-KL 2023, kita harapkan pendidikan mental daripada adik-adik kita di Polri khususnya yang masih berpangkat Brigadir apalagi mungkin baru pegang senjata mungkin bisa dievaluasi atau bisa diperketat lagi,” kata Adies sebagaimana dikutip dari laman resmi DPR RI, Selasa (6/9).

 

Dia pun kemudian menyinggung terkait sejumlah peristiwa polisi menembak polisi.

Di mana belum lama berselang, seusai kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat oleh Irjen Ferdy Sambo, kini kembali peristiwa serupa di Lampung Tengah.

Baca Juga: Fakta Polisi Tembak Polisi di Lampung, Korban Tewas Bersimbah Darah di depan Istri dan Anaknya

Sebab itu, menurutnya, pendidikan mental Polri sangat penting dilakukan agar peristiwa tersebut tidak terulang di kemudian hari. 

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU