> >

Survei Capres LSI: Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto Raih Dukungan Tertinggi

Rumah pemilu | 4 September 2022, 21:49 WIB
Kolase Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. (Sumber: Tribun Manado)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Survei calon presiden (capres) dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan dalam simulasi dengan 19 nama tokoh bersifat terbuka, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto meraih dukungan tertinggi sebagai presiden pilihan responden jika pemilihan presiden (pilpres) dilakukan saat ini.

"Kali ini kami masih menemukan pola yang sama dengan sebelumnya bahwa tiga teratas masih Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan,” kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan melalui kanal YouTube Lembaga Survei Indonesia di Jakarta, Minggu (4/9/2022) dilansir dari Antara.

Djayadi mengungkapkan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperoleh dukungan sebesar 24,5 persen, sedangkan Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapatkan 21,3 persen.

Selain itu, Djayadi menyebut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi pilihan capres dari 19,3 persen responden.

Baca Juga: Survei LSI: Hampir 60 Persen Responden Tak Setuju Harga BBM Naik

Meskipun begitu, Djayadi menjelaskan bahwa LSI belum bisa memastikan sosok yang benar-benar unggul di antara tiga tokoh tersebut, karena selisih perolehan dukungan ketiganya kurang dari lima persen.

"Misalnya, Ganjar dan Anies itu selisihnya kurang dari lima persen, padahal margin of error survei ini 2,9 persen. Jadi, selisih dari dukungan tertinggi dan terendah," ungkapnya.

Di sisi lain, ada nama-nama lain yang muncul menjadi pilihan responden, yakni Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (10,4 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimuti Yudhoyono atau AHY (2,9 persen), dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno (1,9 persen).

Selanjutnya Menteri BUMN Erick Thohir (1,7 persen) dan Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP Partai PDI Perjuangan Puan Maharani (1,3 persen).

Baca Juga: Puan-Prabowo Bertemu, Pengamat: Jika PDIP Gabung, PKB Diprediksi akan Hengkang dari Koalisi Gerindra

Lalu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (1,2 persen), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (1,1 persen), dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD (0,8 persen).

Kemudian, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (0,7 persen), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar (0,6 persen), dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (0,6 persen).

Ada pula Menteri Sosial Tri Rismaharini (0,5 persen), Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (0,1 persen), dan mantan Panglima TNI Jenderal TNI (purn) Gatot Nurmantyo (0,1 persen).

Sementara itu, ada sekitar 9,8 persen responden yang mengaku tidak tahu atau tidak menjawab presiden pilihan mereka jika Pilpres dilakukan saat ini.

Baca Juga: Respons PKB Prabowo dan Puan Bertemu, Safari Politik Biasa Tak Ganggu Koalisi

Dalam kesempatan itu, Djayadi juga memaparkan hasil survei mengenai pilihan wakil presiden dari para responden jika pilpres dilakukan pada saat ini.

Hasil survei LSI itu menunjukkan tokoh yang meraih dukungan terbanyak untuk menjadi calon wakil presiden sementara ini adalah Ridwan Kamil (16,6 persen), Anies Baswedan (14,3 persen), Sandiaga Uno (10 persen), Ganjar Pranowo (8,5 persen), Erick Thohir (8,1 persen), dan AHY (4,7 persen).

Lalu mengenai pasangan capres dan cawapres pilihan responden dalam survei itu, ditemukan bahwa jika Prabowo dipasangkan dengan Erick Thohir dari koalisi Partai Gerindra, mereka memeroleh dukungan terbanyak sebesar 37,8 persen.

Berikutnya, pasangan Ganjar-Puan jika maju dari PDI Perjuangan memperoleh dukungan sebesar 28,2 persen dan Airlangga-Ridwan Kamil apabila diusung Koalisi Indonesia Bersatu mendapatkan 16,8 persen.

Baca Juga: Partai Demokrat akan Umumkan Koalisi Pilpres 2024 pada Desember 2022

"Nama lain dalam simulasi ialah Prabowo-Erick 37,6 persen, Ganjar-Sandi 32,2 persen, dan Airlangga-Ridwan Kamil 14,9 persen," ujar Djayadi.

Mengenai metodologi survei ini, Djayadi menjelaskan populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang mempunyai hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih ataupun mereka yang sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu, LSI melakukan penarikan sampel menggunakan metode penarikan acak bertingkat (multistage random sampling) dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 orang.

Responden yang terpilih diwawancarai sejak 13 sampai dengan 21 Agustus 2022 secara tatap muka oleh pewawancara yang sudah dilatih.

Dengan penarikan acak bertingkat, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi atau batas kesalahan (margin of error) kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Hasil Musyawarah Relawan, Jokowi Capres 2024 Kalahkan Ganjar hingga Prabowo

 

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV, Antara


TERBARU