> >

Ini Momen Komisi III DPR Ribut Akibat Konsorsium 303, Ahmad Sahroni: Kasian Pak Kapolri Sudah Stres

Peristiwa | 24 Agustus 2022, 15:36 WIB
Ada ketidaksesuaian antara hasil olah TKP oleh personel gabungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim di rumah Dinas Irjen Pol Ferdy Sambo dan hasil prarekonstruksi. (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

Namun Sahroni meminta Cucun menunda interupsinya hingga Dipo menyelesaikan hak tanyanya dalam rapat kerja dengan Kapolri.

Baca Juga: Kapolri Ungkap Peran Eks Karopaminal Brigjen Hendra di DPR, Intervensi hingga Hilangkan CCTV

“Sebentar Pak Cuncun, biarkan Pak Dipo selesaikan dulu,” ujarnya.

Dipo kemudian izin melanjutkan seraya menegaskan kepada Adies Kadir bahwa dirinya juga orang hukum.

“Saya lanjutkan ketua, saya juga orang hukum ketua,” kata Dipo.

Tidak berhenti di situ, ternyata Adies Kadir tanpa mengatakan interupsi merespons pernyataan Dipo yang mengatakan dirinya orang hukum.

 “Sudah doktor belum?,” tanya Adies Kadir.

Baca Juga: Susno soal Hasil Autopsi Brigadir J: Ada Goresan atau Tidak, No Problem, Ancamannya Hukuman Mati kok

Dipo kemudian melanjutkan hak bicaranya dalam rapat kerja dengan Kapolri. Setelah itu, Ahmad Sahroni meminta Dipo untuk menyerahkan apa yang menjadi catatannya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Terimakasih Pak Dipo, berkenan Pak Dipo yang tadi kalau boleh lebih senang Pak Dipo kasih ke Pak Kapolri terkait apa yang menjadi pertanyaan Pak Dipo, itu lebih mantap, langsung aja Pak Dipo, biar difoto, nggak apa-apa kan Pak Cucun?,” ujar Ahmad Sahroni.

Namun, tiba-tiba Cucun menyampaikan di ruang Komisi III DPR RI agar pimpinan tidak bersikap diktaktor.

“Pak saya minta Tertib juga ini. Tidak boleh, saya itu juga sama dengan bapak juga, saya juga menduduki pimpinan, nggak pernah saya diktator anggota harus di bawah pimpinan. Tolong juga hargai anggota, ini anggota fraksi saya, bapak jangan potong. Kalau waktu mau habis ingatkan waktu, jangan sampai ke substansi, biarkan anggota saya ngomong Pak,” timpal Cucun.

Baca Juga: Ini Daftar Lengkap 24 Personel Polri yang Dimutasi Buntut Terlibat Skenario Ferdy Sambo

“Saya juga pimpinan di luar komisi ini, anggota mau ngomong apa saya silahkan mau ngomong apa, silahkan. Hak anggota itu loh dalam MD3, jangan bilang Pak Dipo bukan doktor, Pak Adies doktor harus dikomparasikan begitu enggak boleh pak. Apa jadi standar doktor itu.”

Adies Kadir kemudian melakukan interupsi, ia mengaku tidak suka disebut diktator.

“Interupsi pimpinan, saya tidak senang kalau saya diomong diktator, siapa yang diktator di sini. Saya hanya meluruskan, pimpinan saya belum selesai, saya hanya meluruskan di sini, jangan sebut nama, itu saja yang saya bilang,” ujarnya.

Situasi ini kemudian memunculkan interupsi dari sejumlah anggota Komisi III DPR yang ingin menyampaikan pernyataan.

Baca Juga: Pakar Pidana: Motif Pembunuhan Brigadir J Tidak Usah Dipersoalkan, di Sidang yang Dibuktikan Unsur

Tapi Ahmad Sahroni kemudian mengambil peran dengan menekankan bahwa rapat kerja dengan Kapolri ditonton.

“Ini ditonton oleh puluhan juta orang. Kalau etika komisi III tidak bisa memberikan kepada publik dengan jelas, rusak ini kita. Lebih baik kita pelan-pelan, sabar dulu. Tadi terkait Pak Dipo saya menyampaikan secara umum saja karena waktu padat sekali, cuma itu saja,” ujar Sahroni.

“Terkait Pak Adies kalau masalah doktor atau segala macam kita semua pasti punya jabatan, gelar. Tapi kiranya kita yok kita dinginkan kepala, kasihan Pak Kapolri sudah stres ini dia, lebih baik kita mengedepankan kepentingan persaudaraan saat ini.”

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU