> >

Muhadjir Effendy Jadi Inspektur Upacara HUT ke-77 RI di Ponpes Ngruki Milik Abu Bakar Ba'asyir

Peristiwa | 16 Agustus 2022, 13:46 WIB
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. (Sumber: KOMPAS.COM/ KRISTIANTO PURNOMO)

"Tapi ternyata para pendiri bangsa itu merumuskan Pancasila sebagai jalan, sebagai legitimasi kaum muslimin secara mutlak, secara kafah. Di mana Ketuhanan Yang Maha Esa itu prinsipnya ketauhidan. Beliau melihatnya dari situ. Beliau jelaskan lagi ke masyarakat supaya tidak terjadi kesalahpahaman," kata Abdul Rohim.

Menurut Abdul Rohim, sang ayah sebenarnya tidak menolak konsep apapun sepanjang tidak bertentangan dengan syariat Islam.

"Pada prinsipnya beliau tidak menolak konsep apapun. Asal tidak bertentangan dengan syariat Islam dan konsep Islam. Tapi kalau suatu konsep itu dibuat berhadapan dengan Islam, beliau akan menolak hal tersebut. Siapapun yang menerimanya dianggap sebagai orang yang melakukan kesalahan. Sebab prinsipnya tauhid," terang dia.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, ayahnya siap selalu membuka pintu diskusi atau dialog dengan siapapun, untuk membahas topik apapun termasuk tentang Pancasila.

Ba'asyir sempat menjadi sorotan karena menolak Pancasila maupun pemerintahan, dan bahkan menolak menandatangani kesetiaan pada Pancasila dalam pembebasan bersyarat tiga tahun lalu.

Hal ini membuatnya kembali menjalani hukuman penjara. Ba'asyir baru dinyatakan bebas murni pada Januari 2021.

Baca Juga: Jokowi Soal Kesiapan Upacara 17 Agustus 2024 di IKN: Kalau Memungkinkan Kenapa Tidak?

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Purwanto

Sumber : Kompas.com/Tribunsolo


TERBARU