> >

Isi Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Asli Diketik Sayuti Melik, Berikut Sejarahnya

Peristiwa | 16 Agustus 2022, 11:00 WIB
Isi teks Proklamasi Indonesia yang diketik Sayuti Melik. (Sumber: munasprok.go.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menjelang perayaan HUT ke-77 RI, banyak masyarakat yang penasaran dengan isi teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang dibuat 1945 silam.

Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ditulis oleh Ir Soekarno dan diketik oleh Sayuti Melik, seorang pemuda anggota Persiapan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Isi teks Proklamasi asli yang ditulis Ir Soekarno kemudian direvisi dan mengalami perubahan.

Berikut isi teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia asli tulisan tangan Soekarno tahun 1945 dikutip dari laman Kemendikbud.

Naskah asli teks Proklamasi ini disimpan oleh Burhanuddin Mohammad Diah yang sekarang disimpan di Arsip Nasional Indonesia, Jakarta.

Baca Juga: Apa Itu Malam Tirakatan Menjelang 17 Agustus? Ini Doa dan Susunan Acaranya

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17 – 8 – ‘05

Wakil2 bangsa Indonesia.

Isi teks Proklamasi Indonesia yang ditulis Ir Soekarno. (Sumber: munasprok.go.id)

Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di atas lalu disalin dan diketik oleh Sayuti Melik.

Saat diketik, Melik mengubah beberapa kata dalam teks tersebut di antaranya “tempoh” menjadi “tempo”, “wakil – wakil Bangsa Indonesia” menjadi “atas nama Bangsa Indonesia” dan juga pada penulisan hari dan bulannya. 

 

Teks tersebut juga ditandatangani oleh Soekarno Hatta atas nama Bangsa Indonesia sebagai pengganti dari kalimat “Wakil2 bangsa Indonesia”.

Berikut teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia hasil ketikan Sayuti Melik.

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05.

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta.

Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diketik Sayuti Melik. (Sumber: munasprok.go.id)

Baca Juga: Sosok Abdoel Moeis, Pahlawan Nasional Pertama RI yang Dikukuhkan Bung Karno

Sejarah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Sejarah penyusunan teks Proklamasi tak terlepas dari Peristiwa Rengasdengklok tanggal 16 Agustus 1945.

Melansir Gramedia, peristiwa itu terjadi pukul 04.00 WIB saat golongan muda melaksanakan rapat di daerah Cikini 71, Jakarta. 

Dalam rapat itu, mereka sepakat untuk 'menculik' Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta ke luar kota.

Dengan itu, golongan muda bermaksud mempercepat pendeklarasian proklamasi kemerdekaan dan menjauhkan mereka dari pengaruh dari pihak Jepang.

Soekarno dan Hatta  kemudian diamankan di markas PETA di daerah Rengasdengklok, berada 15 km dari Kedung Gede, Karawang. 

Baca Juga: Sayuti Melik, Mengetik Teks Proklamasi di Masa Muda, Main Film "Setan Jalanan" di Hari Tua

Sementara itu, Ahmad Soebardjo (golongan tua) bersama Wikana (golongan muda) di Jakarta mengadakan kesepakatan untuk deklarasi proklamasi di Jakarta. 

Laksamana Maeda mempersilakan rumahnya untuk dijadikan tempat perundingan untuk penyusunan naskah proklamasi.

Kesepakatan tersebut membuat Jusuf Kunto (golongan muda) membawa Ahmad Subardjo untuk menjemput Ir. Soekarno ke Rengasdengklok. 

Pada malam harinya, masih 16 Agustus 1945 rombongan telah tiba di Jakarta. Soekarno-Hatta lalu diantar ke rumah Laksamana Maeda.

Rumah yang berada di Jalan Imam Bonjol No.1 itulah tempat disusunnya naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. 

Baca Juga: Seputar Proklamasi Kemerdekaan: Sayuti Melik, Pengetik Naskah Proklamasi yang Jadi Bintang Film

Naskah proklamasi disusun oleh Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, serta Ahmad Subarjo. 

Konsep proklamasi pada mulanya dibuat dalam selembar kertas, kemudian disalin menggunakan mesin ketik oleh Sayuti Melik.

Hingga akhirnya teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dibaca secara langsung di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB.

Penulis : Dian Nita Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV, Gramedia


TERBARU