> >

Bharada E Sebut Senjata Brigadir J Dipakai Atasan Menembak Dinding, Biar Ada Kesan Baku Tembak

Hukum | 9 Agustus 2022, 09:46 WIB
Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E (kiri) berjalan memasuki ruangan saat tiba di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (26/7/2022). (Sumber: Antara)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E mengatakan senjata milik Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J sempat digunakan oleh atasannya.

Bharada E menceritakan ihwal penggunaan senjata milik Brigadir J itu di hari kematian korban kepada kuasa hukumnya, Muhammad Burhanuddin.

Baca Juga: Dilantik Kapolri, Irjen Syahar Diantono Resmi Jabat Kadiv Propam Polri Gantikan Irjen Ferdy Sambo

Burhanuddin menjelaskan senjata milik Brigadir J digunakan oleh atasan kliennya untuk menembak tembok atau dinding rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Menurut Burhanuddin, hal itu sengaja dilakukan sang atasan untuk mengaburkan peristiwa yang sebenarnya terjadi pada hari kematian Brigadir J, Rabu, 8 Juli 2022 lalu.

 

Burhanuddin menyebut adanya proyektil peluru di lokasi kejadian hanyalah alibi. Termasuk bekas tembakan di dinding rumah Irjen Ferdy Sambo itu agar ada kesan telah terjadi baku tembak.

Namun demikian, Burhanuddin tidak menyebutkan berapa jumlah peluru yang ditembakkan ke arah dinding dan tubuh Brigadir J.

Baca Juga: Penyebab Luka di Jari Brigadir J Terungkap, Bharada E Sebut Ulah Atasan Pakai Senjata Buatan Kroasia

"Ya nanti pengembangan penyidikan," kata Burhanuddin saat dikonfirmasi pada Senin (8/8/2022), seperti dikutip dari TribunJakarta.

Selain ke dinding rumah Irjen Ferdy Sambo, Burhanuddin melanjutkan, senjata Brigadir J juga dipakai atasan untuk menembak jari-jari korban.

Karena tembakan tersebut, mengakibatkan jari manis dan kelingking tangan kanan Brigadir J terluka, bahkan hingga mengalami patah-patah.

Burhanuddin pun memastikan bahwa luka tersebut bukan karena akibat insiden baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E, seperti pernyataan polisi sebelumnya.

Baca Juga: Alasan Bharada E Tidak Menolak saat Diperintahkan Tembak Brigadir J: Patuh Perintah Atasan

"Jadi senjata almarhum yang tewas itu dipakai untuk tembak jari kanan itu, bukan saling baku tembak," ucap Burhanuddin.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Desy-Afrianti

Sumber : TribunJakarta


TERBARU