> >

Sejarah Justice Collaborator, ketika Penegak Hukum Amerika Berada dalam Kendali Bos Mafia Al Capone

Sosok | 9 Agustus 2022, 07:25 WIB
Bos mafia Amerika Serikat, Al Capone. Istilah justice collaborator kembali mencuat setelah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E mengajukan permohonan untuk menjadi justice collaborator (JC) kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). (Sumber: Kompas.com/wikipedia)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Istilah justice collaborator kembali mencuat setelah Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E mengajukan permohonan untuk menjadi justice collaborator (JC) kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Bharada E mengajukan diri sebagai JC setelah ditetapkan tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang terjadi di rumah mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, 8 Juli silam. 

Hal itu disampaikan pengacara Bharada E, Muhammad Burhanuddin, Senin (8/8).   

“Tadi kami sudah ke LPSK. Sudah memasukkan permohonan pengajuan justice collaborator dan permohonan kami sudah diterima oleh pihak LPSK,” kata Burhanuddin dikutip dari Antara.

Istilah justice collaborator kemudian menjadi perhatian masyarakat karena dianggap akan membuka sebuah tabir kejahatan yang sulit diungkap.

Baca Juga: Pengajuan Justice Collaborator Bharada E Telah Dikirim ke LPSK

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu, dalam tulisannya di situs LPSK menuliskan, peran penting JC dapat dilihat dari perkara mafia yang berkuasa di Amerika (1931), ‘god father’ Al Capone. 

Kesulitan yang dihadapi penyidik kala itu adalah untuk membuktikan kejahatan Al Capone, karena banyak pejabat dan penegak hukum korup sudah dalam kendali bos mafia itu.

"Kesulitan berhasil diurai ketika penyidik berhasil meyakinkan akuntan Al Capone untuk bersaksi dengan memberikan jaminan keamanan dan pembebasan dari proses hukum kepadanya. Singkat cerita Al Capone berhasil di pidana berkat keberadaan JC itu," tulis Edwin. 

Alphonse Gabriel yang lebih dikenal dengan sebutan Al Capone adalah bos mafia Amerika yang tersohor. Dia lahir pada 17 Januari 1899 dan meninggal 25 Januari 1947.

Lelaki yang lahir di Brooklyn, New York City ini, berasal dari orang tua imigran asal Italia. Saat remaja, ia bergabung dengan Five Points Gang dan menjadi penjaga di tempat-tempat ilegal seperti rumah pelacuran. 

Ketika pada 1920-1933 Amerika mengharamkan penyulingan dan pendistribusian minuman keras, hal ini menjadi berkah bagi Al Capone dan gengnya. Dia menjadi penyelundup yang berhasil meraup jutaan dolar dari usaha gelapnya itu. 

Penulis : Iman Firdaus Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU