> >

Terekam CCTV, Istri Ferdy Sambo Diduga Menangis Pulang ke Rumah Pribadi usai Brigadir J Ditembak

Hukum | 6 Agustus 2022, 05:36 WIB
Rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan yang menurut polisi menjadi tempat kejadian perkara baku tembak antara Bharada E dan Brigadir J pada Jumat malam, 8 Juli 2022. (Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo, disebut menangis setelah terjadi peristiwa penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J, di rumah dinas suaminya di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat, 8 Juli 2022.

Sambil menangis, Putri disebut pulang ke rumah pribadinya yang lokasinya tidak jauh dari rumah dinas suaminya itu.

Baca Juga: Profil Karo Paminal Brigjen Hendra Kurniawan yang Dimutasi ke Yanma Polri Imbas Kasus Brigadir J

Demikian disampaikan oleh Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.

Taufan mengungkapkan, peristiwa Putri tampak sedang menangis itu terekam kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Taufan menjelaskan, sebelum terjadi insiden penembakan terhadap Brigadir J, CCTV merekam Irjen Ferdy Sambo tiba lebih dulu di rumah pribadinya di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat sore.

Tidak sendiri, Ferdy Sambo masuk ke rumah pribadinya bersama seorang ajudannya. Selain mereka berdua, turut serta petugas PCR.

Baca Juga: Terungkap, Bharada E Ternyata Bukan Penembak Jitu, Baru Dapat Pistol November 2021

Taufan menduga, petugas PCR itu sengaja disiapkan karena rombongan istri Ferdy Sambo, Putri, akan tiba setelah dari Magelang, Jawa Tengah.

"Jadi, mereka kayaknya sudah menyiapkan petugas PCR karena rombongan Ibu (Putri) mau datang," kata Taufan dalam sebuah diskusi virtual pada Jumat (5/8/2022).

Dalam rombongan istri Ferdy Sambo itu, ada Brigadir J, Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, ajudan bernama Ricky, dan asisten rumah tangga (ART).

Setelah sampai di rumah pribadi, Taufan menuturkan, Brigadir J dan Bharada E terekam menurunkan barang-barang dari dalam mobil.

Baca Juga: Kapolri Telusuri Kemungkinan Pihak yang Menyuruh Bharada E Tembak Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo

Sedangkan, istri Ferdy Sambo langsung ke dalam rumah untuk melakukan tes PCR. Selanjutnya, diikuti Brigadir J, Bharada E dan ART yang juga dites PCR.

Setelah tes PCR rampung, mereka sempat istirahat sebentar duduk-duduk di depan rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo dalam keadaan santai.

Menurut Taufan, mereka yang sedang istirahat bersama itu sembari tertawa-tawa. Ia mengaku mengetahui hal itu dari komunikasi terakhir Brigadir J dengan pacarnya, Vera Simanjuntak.

Dalam komunikasi itu, kata Taufan, Vera sempat mendengar ada suara orang tertawa ketika ia bertelepon dengan BrigadirJ.

Baca Juga: Polri Evaluasi Laporan Istri Sambo dan Bharada E Buntut 25 Polisi Rusak Bukti Pembunuhan Brigadir J

"Jadi, 16.31 Vera bertelepon ke Yosua. Dia mendengar ada suara orang tertawa-tertawa," ujar Taufan.

Setelah istirahat dirasa cukup, rombongan istri Ferdy Sambo terekam masuk kembali ke mobil. Mereka meninggalkan rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo menuju rumah dinas.

"Kira-kira jam 17.01, mereka naik ke mobil menuju rumah dinas," ucap Taufan.

Selang beberapa menit kemudian, Irjen Ferdy Sambo terekam CCTV ke luar dari rumah pribadinya. Namun, baru beberapa menit meninggalkan rumah pribadi, mobil Ferdy Sambo putar balik menuju rumah dinas.

Baca Juga: Kata Irjen Ferdy Sambo Usai Diperiksa Soal Pembunuhan Brigadir J: Saya Sampaikan yang Saya Lihat

Taufan mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperolehnya, Ferdy Sambo putar balik karena ditelepon istrinya, Putri Candrawathi, ada insiden penembakan yang menewaskan Brigadir J.

Lebih lanjut, Taufan mengatakan, tak lama berselang, CCTV merekam istri Ferdy Sambo keluar dari rumah dinas menuju rumah pribadi sambil menangis.

"Kelihatan di CCTV Ibu PC kembali lagi ke rumah pribadi, tampak wajahnya seperti menangis," kata Taufan.

Baca Juga: Keluarga Brigadir J Respons Bharada E Tersangka: Seharusnya Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

 

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU