> >

PKS Akui Pemilihnya Pilih Anies, Pengamat: Ada Krisis Kaderisasi

Rumah pemilu | 21 Juli 2022, 17:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswdan saat menghadiri perayaan hari ulang tahun (milad) ke-20 Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di Istora Senayan Jakarta, Minggu (29/5/2022).  (Sumber: Tangkap Layar Youtube PKSTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pengamat Politik Islam dari The Political Literacy, Muhammad Hanifuddin menilai pengakuan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menyebutkan para kadernya ingin mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bisa jadi ada ketidakberesan kaderisasi di tubuh partai tersebut.

Ia menyebut, jika hal ini terjadi, maka secara teori, membuktikan saat ini kaderisasi PKS tidak berjalan sebagaimana semestinya.

“Dari sisi ideal pelembagaan partai, nama Anis Baswedan yang akan diusung PKS menandakan adanya krisis kaderisasi,” paparnya kepada KOMPAS.TV, Kamis (21/7/2022).

Lantas, Hanif mengutip Bonnie N Field dan Peter M Siavelis dalam tulisannya 'Candidate Selection Procedures in Transitional Polities' (2008) yang menyatakan, bahwa seleksi kandidat sebagai salah satu fungsi penting partai.

Ia menjelaskan, menjatuhkan pilihan nama kandidat adalah cerminan pelembagaan partai politik.

Baca Juga: PKS Akui Pemilihnya Ingin Mengusung Anies Jadi Capres di Pilpres 2024

"Selama ini, PKS dikenal sebagai partai kader. Dengan mengusung nama non-kader, maka menandakan ada masalah kaderisasi," imbuhnya.

Meski begitu, kata dia, PKS sedang menghitung dengan cermat. 

Termasuk, lanjut dia, menghitung segala kemungkinan ketika nantinya benar-benar mengusung Anies. 

Salah satunya, kata dia, soal antisipasi kader-kader partai jika salah perhitungan untuk mengusung capres. 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU