> >

Kisah Kamar Barokah di Mekkah, Dimanfaatkan Jemaah Haji Pasutri Memadu Kasih Usai Selesai Ibadah

Sosial | 17 Juli 2022, 06:35 WIB
Ilustrasi, kamar barokah, tempat yang digunakan oleh jemaah haji suami istri untuk melaksanakan kebutuhannya usai menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji mereka. (Sumber: Kompas.com)

Akhirnya, Dikky bersama rekan-rekan sekamarnya mengalah dan mengosongkan kamarnya dalam waktu tertentu untuk dipakai sebagai bilik pasangan suami istri.

Namun, Dikky mengajukan beberapa syarat yakni satu kamar harus digunakan secara bergantian, harus suami istri, dan jam pakainya, dipersilakan siang hingga maghrib.

Kamar barokah itu justru akan tutup ketika malam hari. Pasalnya kamar tersebut digunakan Dikky dan teman-temannya untuk tidur.

"Soalnya kalau malam kami yang punya kamar kan juga capek, perlu istirahat. Kalau siang, kami tinggal ibadah," ujar pria yang mengajar di Universitas Muhammadiyah Surabaya ini.

Dikky mengatakan, masing-masing pasutri biasanya juga sudah tahu sama tahu untuk menjaga kebersihan.

"Ya kan malu juga masak di kamar orang meninggalkan jejak," kata Dikky lalu tertawa.

Baca Juga: Dipantau 21 Hari Pasca Kepulangan, Aktivitas Ini Wajib Dilakukan Jemaah Haji

Belum Difasilitasi Negara

Muhammad Khoiron Muttaqin, anggota Amirul Hajj 2022 dari Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) mengatakan urusan penyaluran kebutuhan suami istri itu sudah menjadi isu yang dibicarakan.

Khoiron menyarankan agar negara sebaiknya hadir dalam urusan tersebut karena jemaah merasa susah, apabila harus mencari sewaan apartemen dan kamar di mukimin, atau WNI yang berdomisili di Tanah Suci.

Menurut Khoiron, kebutuhan suami istri ini bukan hal tabu untuk menjadi pembahasan dalam penyelenggaraan haji.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini, BMKG: Waspada Hujan Disertai Petir Sore dan Malam

"Saya dengar jemaah akhirnya saling menyediakan karena tahu bila ini keperluan mendasar manusia. Negara sebaiknya hadir, agar bisa lebih rapi dan tertib, dan tidak menyusahkan jemaah," ujar Khoiron. 

Bahkan, saat ini, hal itu sudah menjadi fenomena yang tak terhindarkan saat musim haji.

Penulis : Dian Nita Editor : Gading-Persada

Sumber : Tribunnews.com


TERBARU