> >

Waduh! 61 Persen Jemaah Calon Haji Indonesia Masuk Kategori Risiko Tinggi, Ini Tanggapan Kemenag

Agama | 25 Juni 2022, 16:47 WIB
Foto ilustrasi kursi roda untuk haji 2022 di Tanah Suci. Kemenag merilis data, ada 61 persen jemaah calon haji Indonesia masuk risiko tinggi atau risti (Sumber: Biro Data Kemenag)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Akhmad Fauzin menyebut, jumlah jemaah calon haji Indonesia sebanyak 61,81% masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).

Kementerian Agama (Kemenag) pun mengimbau agar jemaah calon haji Indonesia yang masuk dalam kategori risiko tinggi (risti) agar senantiasa memperhatikan kondisi tubuhnya.

Para jemah juga diimbau agar tidak terlalu lelah selama menunggu masa puncak haji di tanah suci. 

"Sesuai laporan PPIH Arab Saudi bidang kesehatan bahwa jemaah haji Indonesia per hari ini yang memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan sebanyak 61,81%," kata Akhmad Fauzin dalam konferensi Pers diikuti KOMPAS.TV dari YouTube Kemenag, Sabtu (25/6/2020).

Selain itu, Kemenag juga mengimbau jemaah yang masih berada di Tanah Air yang akan berangkat ke Tanah Suci agar banyak istirahat.

“Para jemaah agar menjaga kesehatan semaksimal mungkin dan melakukan konsultasi kesehatan sebagai tindakan antisipasi," tambah Fauzin.

Fauzin menyampaikan, jemaah yang saat ini berada di Madinah, agar terus mencukupkan istirahat, tidak melakukan akvifitas seperti ziarah yang berulang-ulang karena itu dapat menyebabkan kelelahan yang berlebih.

"Ingat, jemaah yang masih berada di Madinah akan melaksanakan umrah wajib dengan mengambil miqat di Zulhulaifah yang jarak tempuh sampai ke Makkah cukup jauh, sehingga perlu persiapan kesehatan yang prima," tegas Fauzin.

Kepada jemaah yang berada di Makkah, lanjutnya, diimbau agar mengatur irama ibadah salat fardhu di mushalla yang tersedia di hotel dan di Masjidl Haram.

Baca Juga: Ini Alasan Jemaah Haji Tak Boleh Masukkan Air Zamzam ke Koper Bagasi saat Pulang ke Tanah Air

Disarankan Tidak harus Lakukan Ibadah Sunah Berkali-kali

Fauzin juga menjelaskan, untuk antisipasi soal kelelahan dan jaga kesehatan, para jemaah juga disarankan untuk tidak harus melakukan ibadah sunah di Masjidl Haram seperti tawaf atau sejenisnya dengan berkali-kali.

Apalagi hingga mengakibatkan jemaah kelelahan berlebih sehingga jatuh sakit.

 "Puncak pelaksanaan ibadah haji, wukuf di Arafah masih cukup lama, sehingga kesehatan jemaah harus menjadi perhatian yang utama," kata Fauzin.

Fauzin mentampaikan agar seluruh jemaah tidak mengabaikan unsur kesehatan.

Ia pun mengingatkan petugas haji agar tidak henti-hentinya mengingatkan kepada jemaah untuk selalu menjaga kesehatan.

Apalagi, dilaporkan juga, cuaca di Arab Saudi terik hingga mencapai 46 derajat celcius. 

"Mari bahu membahu bersama dengan Pemerintah dalam memberikan pembinaan, pelayanan, dan pelindungan terbaik kepada Jemaah Haji. Semoga penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan Jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman," tandasnya.

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU