> >

Negara-Negara Ini Beri Cuti Panjang untuk Melahirkan dan Merawat Anak

Sosial | 15 Juni 2022, 20:33 WIB
Foto lustrasi ibu bekerja (Sumber: Kompas.com/PEXELS/WILLIAM FORTUNATO)

Bagi laki-laki yang menjadi ayah, mereka berhak atas 54 hari cuti berbayar, 18 hari di antaranya bisa bersamaan dengan ibu. 

Cuti berbayar juga dapat diberikan kepada orang tua pekerja yang berniat mengambil cuti setidaknya satu bulan untuk mengasuh anaknya.

Baca Juga: RUU Ketahanan Keluarga: Hak Cuti Melahirkan Jadi 6 Bulan

3. Denmark

Di Denmark, cuti melahirkan diberikan selama 52 minggu dan 32 minggu di antaranya bisa dibagi antara ayah maupun ibu. 

Selain itu, pemerintah memberikan layanan kesehatan secara gratis.

Bahkan, penitipan anak juga disediakan oleh negara dengan harga terjangkau.

Orangtua pekerja di Denmark juga bisa pulang lebih awal yakni pukul 16.00 agar bisa menjemput anak-anaknya dari sekolah dan menyiapkan makan malam. 

4. Estonia
Cuti melahirkan untuk perempuan di negara ini berlaku hingga 140 hari (sekitar empat bulan) dengan tambahan 435 hari (sekitar 14 bulan), yang bisa dibagi dengan anggota keluarga lainnya. 

Selama masa rehat itu, orangtua pekerja bisa tetap mendapatkan gaji penuh dari perusahaan. 

Di sisi lain, ayah menerima cuti berbayar selama satu bulan (30 hari), yang dapat ditambahkan ke masa manfaat 435 hari.

Baca Juga: Kak Seto Minta Orang Tua Jadi Garda Terdepan bagi Kesehatan Anak di Masa Sulit Ini

5. Norwegia
Para orang tua di Norwegia dapat mengambil cuti gabungan selama 12 bulan selain cuti satu tahun yang diberikan kepada masing-masing ayah maupun ibu. 

Artinya, single parent (orang tua tunggal) berhak mendapatkan cuti berbayar selama dua tahun untuk merawat anaknya.

Selain itu, perawatan kesehatan untuk bayi juga gratis dan didanai oleh pemerintah.

6. Jepang
Sistem cuti orangtua di Jepang sering dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia. 

Sebab, kedua orangtua dibebaskan mengambil rehat pekerjaan untuk merawat anaknya hingga maksimal satu tahun dan menerima setidaknya setengah upah sebelumnya. 

Orang yang tinggal di Jepang juga bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis termasuk bersalin dan pemeriksaan anak.

Baca Juga: Angka Kekurangan Gizi 2021 Capai 24,4 Persen, Jangan Remehkan Ancaman Stunting bagi Kesehatan Anak!

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU