> >

Harga Naik ke Candi Borobudur Rp750 Ribu Batal, Pemerintah Siapkan Infrastruktur Pariwisata

Sosial | 15 Juni 2022, 03:35 WIB
Peringatan detik-detik Waisak di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. (Sumber: Antara Foto/BBC Indonesia)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pemerintah membatalkan rencana tarif naik ke Candi Borobudur sebesar Rp750 ribu bagi turis lokal dan akan menyiapkan infrastruktur pariwisata di area candi tersebut, Selasa (14/6/2022).

"Sesuai dengan banyak permintaan rekan media dan para pemerhati terkait Ratas yang baru saja kita rampungkan bersama Presiden, Menko, dan para Menteri, maka dapat kami sampaikan bahwa Keputusan Presiden adalah membatalkan rencana kenaikan dari tarif untuk menaiki bangunan Candi Borobudur menuju stupa," ujar Sandiaga Uno.

Ia menyebut, jumlah wisatawan yang dapat naik ke area stupa juga akan dibatasi sebanyak 1.200 orang per hari.

Jumlah tersebut terbagi ke dalam wisata edukasi, wisata penelitian, wisata konservasi atau spiritual, serta untuk tamu-tamu negara.

"Kita turut memastikan bahwa Borobudur ini menjadi satu icon kebudayaan pariwisata sebuah situs kelas dunia, dan ini tentunya harus memiliki wajah baru, harus terintegrasi, dan disiapkan pengelolaannya, manajemen nya baik dari infrastruktur maupun SDM nya," kata Sandiaga Uno.

Baca Juga: Batalkan Rencana Tarif Rp750 Ribu untuk Naik Candi Borobudur, Pemerintah Harap Bisa Bangkitkan UMKM

Ia menerangkan, kawasan yang terintegrasi tersebut harus berpihak kepada pariwisata yang berkualitas berbasis komunitas masyarakat, pariwisata yang berkelanjutan, dan juga pariwisata hijau (green tourism).

"Oleh karena itu, kami di Kemenparekraf menyiapkan peta jalan dan pola perjalanan, juga penyiapan untuk wisata seperti augmented reality, virtual reality, yang terdigitalisasi," terangnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga akan menghadirkan pertunjukan light and sound show (cahaya dan suara).

"Karena di relief Borobudur banyak alat musik yang tergambarkan, dan menunjukkan bahwa 'The Sound of Borobudur' menjadi satu kearifan di 1.200 tahun lalu," jelasnya.

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU