> >

Benarkah Makan Daging Berkorelasi dengan Pemanasan Global?

Gaya hidup | 6 Juni 2022, 13:30 WIB
Ilustrasi - Daging bisa berkorelasi dengan pemanasan global. (Sumber: Tribunnews.com/Irwan Rismawan)

Jumlah emisi gas belum diketahui secara pasti

Menghitung emisi gas rumah kaca akibat konsumsi daging sangat rumit karena pengukuran tidak bisa hanya menghitung proses peternakan saja.

Gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses memotong daging, pengepakan, dan transportasi juga termasuk ke dalam emisi gas rumah kaca akibat daging sapi.

Yang pasti gas rumah kaca yang dihasilkan daging sapi dibandingkan daging ternak lainnya jauh lebih besar. Daging mengeluarkan gas rumah kaca, seperti metana, karbon dioksida, dan nitrogen oksida.

Sebagai perbandingan, kambing mengeluarkan gas rumah kaca 50 persen lebih rendah dibandingkan sapi. Sedangkan, daging ayam memiliki emisi gas rumah kaca yang jauh lebih rendah dibandingkan kambing.

 Apa yang bisa dilakukan?

Dampak lingkungan yang timbul akibat makanan yang kita konsumsi sangat rumit. Gas yang dihasilkan bisa bervariasi berdasarkan sumber makanan dan terus berubah-ubah.

Hal yang bisa kita lakukan adalah mengurangi konsumsi daging dan produk susu. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah membiasakan diri untuk menghabiskan makanan yang dikonsumsi untuk mencegah menumpuknya sampah makanan yang terus menggunung.

Menerapkan kedua langkah tersebut dalam pola makan kita sehari-hari bisa menjadi langkah awal kita mengurangi pemanasan global.

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV/Kompas.com


TERBARU