> >

Cara Kerja Wristband, Gelang Pintar untuk Pantau 3.000 Calon Haji 2022 yang Berisiko Tinggi

Agama | 4 Juni 2022, 15:37 WIB
Jemaah Haji yang masuk kategori risiko berat ketika dipasangkan wristband, gelang pintar dari Kemenkes untuk pantau kondisinya selama ibadah haji 2022 (Sumber: Kementerian Kesehatan )

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Pusat Kesehatan Haji, dr. Budi Sylvana mengatakan, terdapat 3.000 orang calon haji masuk dalam kategori risiko tinggi (Risti) dan akan dipakaikan gelang bernama wristband

Budi juga menyatakan, dalam operasional haji Indonesia tahun ini, Kementerian Kesehatan akan membagikan sebanyak 3.000 wristband khusus kepada jemaah haji dengan risiko tinggi tersebut.

Kegunaan gelang wristband ini adalah untuk pemantaun kondisi para jemaah haji 2022 selama menjalani ibadah haji di Tanah Suci. 

Budi juga menjelaskan, untuk keberangkatan kloter pertama embarkasi Jakarta, wristband tersebut sudah diberikan kepada 12 calon jemaah risti yang diberangkatkan hari ini, Sabtu (4/6/2022).

“Dari 100.051 calon haji, 3.000 jemaah yang ristinya berat yang akan dipasangkan wristband. Di kloter sekarang ada 12 orang yang dipasangkan wristband” jelas dr. Budi dikutip dari rilis Kemenkes, Sabtu (4/6/2022).

Wristband sendiri berbentuk seperti smartwatch, dipakai di pergelangan tangan dan terhubung dengan aplikasi TeleJemaah pada ponsel pintar milik jemaah haji.

Pada wristband terdapat data kondisi kesehatan jemaah haji yang didapat melalui infra merah. Data itu kemudian terhubung ke TeleJemaah dan Tele Petugas secara otomatis.

Budi menjelaskan, pemantauan terhadap indikator kesehatan tersebut menjadi parameter dalam pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Lewat alat itu pula, nantinya jika ada jemaah haji yang kondisi melemah, maka akan mudah terdeteksi. 

“Jadi kalau vital sign naik, misalnya saturasi oksigen turun, akan ada komunikasi dengan petugas yang terdekat langsung respons,” ucap dr Budi. 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU