> >

Luhut Tawarkan Kawasan Industri Hijau di Kaltara kepada Elon Musk: End to End Green Product

Update | 25 Mei 2022, 19:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bertemu langsung dengan bos Tesla, Elon Musk di Giga Factory Texas, Austin, Texas, Amerika Serikat beberapa waktu lalu. (Sumber: ist)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, rupanya menawarkan kawasan industri hijau di Kalimantan Utara (Kaltara) dalam negosiasinya dengan CEO Tesla Elon Musk.

Hal itu diungkap Luhut dalam Seminar Nasional Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) Tahun 2022 yang ditayangkan secara daring, Rabu (25/5/2022).

Luhut menyebut, kawasan industri hijau terbesar di dunia itu bisa mewujudkan keinginan Elon Musk mengenai produk ramah lingkungan (green product).

"Ini salah satu bagian negosiasi saya dengan Tesla. Tesla itu kan tidak gampang negosiasinya. Saya bilang, 'Elon, kalau kau mau dapat end to end (ujung ke ujung, Red), dapat produk baterai yang green product (produk hijau atau ramah lingkungan, Red), dapat mobil yang green product, ya tempatnya di sini'," kata Luhut menceritakan pertemuannya dengan pendiri SpaceX itu.

Baca Juga: Luhut: Investasi Elon Musk Butuh Proses dan Waktu yang Tidak Sebentar, Apalagi dengan Nilai Jumbo

Luhut menyebut, kawasan industri hijau di Kaltara akan mentransformasi Indonesia. Kawasan tersebut diklaim menjadi kawasan industri terintegrasi terbesar di dunia dengan luas hingga 30.000 hektare.

Luhut juga menyebut, kawasan tersebut memiliki potensi 10.000 Megawatt (MW) listrik dari tenaga air (hydropower), 10.000 MW listrik dari panel surya dan 2,9 Trillion Cubic Feet (TCF) gas.

"Ini satu yang akan mengubah, atau mentransformasi Indonesia. Kita punya the largest integrated industry (industri terintegrasi terbesar) nanti di Kalimantan Utara," katanya.

Pembangunan kawasan industri di Kaltara itu, kata Luhut, telah dimulai pada Desember 2021 lalu.

Menurut Luhut, proyek kawasan tersebut telah ia mulai sejak lima atau enam tahun silam.

"Ini sudah groundbreaking. Lima atau enam tahun lalu saya mulai proyek ini, saya tinjau. Sekarang kita akan punya petrochemical terbesar di dunia. Ini total 132 miliar dolar AS untuk seluruh proyek ini," katanya.

Luhut menyebut, tim Tesla sudah berkunjung ke Indonesia. Tim tersebut pun sudah diajak ke sentra industri nikel di Morowali dan terkesan dengan perkembangan hilirisasi nikel di Indonesia.

 

Penulis : Nadia Intan Fajarlie Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV/Antara


TERBARU