> >

Mengenang Kejatuhan Soeharto: Dipuji selama Berkuasa, Ditinggalkan Para Menteri kala Nestapa

Peristiwa | 21 Mei 2022, 08:25 WIB
Presiden Soeharto saat berkuasa. Gambar diambil pada 15 Januari 1998. (Sumber:KOMPAS/JB SURATNO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Hari ini, 21 Mei, dikenang sebagai momen ketika Presiden kedua RI Soeharto mundur dari kekuasaannya, setelah selama 32 tahun berkuasa. Mundurnya orang terkuat di Asia Tenggara tersebut, menjadi tonggak lahirnya era reformasi.   

Namun, kisah kejatuhan Soeharto menyisakan drama tragis seorang penguasa. Pasalnya, selama 32 tahun berkuasa, oleh para pendukung, orang dekat, dan para menterinya, Soeharto dikenal sebagai pemimpin yang hebat. Gelar "Bapak Pembangunan" adalah salah satu pujian kepadanya.

Namun, nama itu dengan cepat sirna kala gelombang reformasi terus bergerak. Menjelang 21 Mei 1998, Soeharto berusaha mempertahankan kekuasaan dengan melakukan perombakan kabinet dengan rencana menyusun "Kabinet Reformasi".

Baca Juga: Hari Ini 24 Tahun Silam: Soeharto Lengser, Parpol Menjamur dan Presiden Tak Boleh Seenaknya Berkuasa

Sejumlah nama sudah disusun. Namun, saat itu, 14 menteri di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri (Ekuin) Ginandjar Kartasasmita, menolak masuk ke dalam Komite Reformasi atau Kabinet Reformasi hasil reshuffle.

Padahal, perombakan kabinet atau Komite Reformasi diyakini sebagai salah satu cara Soeharto untuk "menyelamatkan diri" atas tuntutan mundur terhadapnya, seiring tuntutan reformasi yang semakin besar.

Saat itu, kondisi politik dan ekonomi memang tidak menguntungkan Soeharto, terutama pasca-Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 dan kerusuhan bernuansa rasial pada 13-15 Mei 1998.

Para mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi juga sudah menguasai gedung DPR/MPR sejak 18 Mei 1998.

Mereka menuntut dilaksanakannya Sidang Istimewa MPR dengan agenda pencopotan Soeharto.

Dilansir dari dokumen Harian Kompas yang terbit 27 Mei 1998, penolakan 14 menteri ini bermula pada pukul 14.30 WIB.

Penulis : Iman Firdaus Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV


TERBARU