> >

Berkoalisi dengan Golkar dan PPP, PAN Tak Ingin Ada Pertarungan Ideologi dan Politik Identitas

Politik | 14 Mei 2022, 22:03 WIB
Pertemuan tiga ketum partai politik, PPP, PAN dan Golkar, Airlangga Hartanto menyebut mereka koalisi. (Sumber: Kompas.com/ardito Ramadhan D)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menyebut Koalisi Indonesia Bersatu yang terdiri dari Partai Golkar, PPP dan PAN, ingin menghindari pertarungan politik identitas dan ideologis di Pemilu Presiden 2024.

Menurut Eddy Soeparno keinginan untuk menghindari pertarungan politik identitas itulah yang menjadi salah satu alasan pembentukan koalisi Golkar, PAN dan PPP. Koalisi ini menamakan diri Koalisi Indonesia Bersatu berdasarkan lambang ketiga partai tersebut.

Eddy mengatakan jangan sampai Indonesia kembali terjebak dalam pertarungan politik yang sifatnya ideologis dan memecah belah identitas seperti yang terjadi pada pemilu-pemilu sebelumnya.

Baca Juga: Tak Punya Tokoh Populer, Koalisi Golkar-PAN-PPP Diprediksi akan Gelar Konvensi Capres

“2024 nanti kita tidak terjebak kontestasi yang hadirkan politik identitas. Politik identitas itu hanya timbulkan polarisasi,” ujar Eddy Soeparno yang dihubungi Kompas TV, Jumat (14/5/2022).

Dia menyatakan ketiga partai yang bergabung di Koalisi Indonesia Bersatu menginginkan politik membawa gagasan baru di 2024 nanti.  

“Kita ingin lahirkan gagasan poiltik baru. Tidak boleh ada pertarungan ideologi di 2024,” tuturnya.

Baca Juga: Sepakat Bentuk Koalisi Indonesia Bersatu, Golkar-PAN-PPP Siap Hadapi Pilpres 2024

Karena itu yang bakal lebih dikedepankan adalah politik yang programatik, yaitu politik yang langsung  membicarakan persoalan-persoalan masalah rakyat sehari-hari, misalnya soal ekonomi dan kesehatan, harga bahan bakar minyak, termasuk bagaimana menanggulangi persoalan minyak goreng.

“Nanti akan dibentuk tim kerja dan sampaikan gagasan itu ke publik,” pungkas Eddy.

Baca Juga: Jika Golkar, PAN, PPP Berkoalisi hingga 2024, Pengamat Sebut Airlangga Bakal Jadi Capresnya

“Sesungguhnya tidak ada inisiator tunggal atau awal, karena di antara para ketum ini sudah jalin komunikasi secara regular,” tukasnya.

 

Penulis : Vidi Batlolone Editor : Hariyanto-Kurniawan

Sumber : Kompas TV


TERBARU