> >

Jokowi Berharap Jepang Berpartisipasi Bangun Infrastruktur di IKN dan Pelabuhan Ambon

Berita utama | 29 April 2022, 19:51 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan memenuhi kebutuhan pokok rakyat adalah prioritas yang lebih penting daripada devisa (Sumber: YT Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap Jepang dapat berpartisipasi dalam pembangunan berbagai proyek infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur dan Pelabuhan Ambon.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Jepang Kishida Fumio di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (29/4/2022).

“Ke depannya Indonesia mengharapkan partisipasi Jepang pada proyek-proyek infrastruktur seperti di Ibu Kota Nusantara dan juga untuk Ambon Port (Pelabuhan Ambon)” kata Presiden Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menyambut baik kelanjutan investasi Jepang dalam pembangunan Pelabuhan Patimban fase I dan II di Jawa Barat, serta proyek kereta MRT di DKI Jakarta.

Baca Juga: Jokowi Sampaikan ke Vladimir Putin: Saya Tekankan Pentingnya Perang Rusia-Ukraina Segera Diakhiri

Tak hanya itu, Jokowi juga mengapresiasi komitmen PM Kishida untuk memperkokoh hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang.

"Dalam hubungan bilateral ini kita sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di perdagangan dan investasi. Di bidang perdagangan kita sepakat untuk mengintensifkan negosiasi IJEPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement) dan mengurangi hambatan perdagangan agar lebih menguntungkan kedua negara," ucap Jokowi.

Sebagai informasi, dalam rencana induk IKN, pembangunan IKN akan terjadi dalam 5 tahap, yaitu pada tahap I pada 2022-2024 untuk pembangunan perkotaan, pembangunan infrastruktur dasar, dan pembangunan ekonomi serta relokasi TNI, Polri dan BIN.

Kemudian tahap II pada 2024-2029 dengan target fasilitas transportasi umum primer maupun sekunder sudah siap dipakai.

Baca Juga: Jokowi Pastikan Vladimir Putin Hadiri KTT G20 di Indonesia

Tahap III yaitu pada 2030-2034 dengan target penyelesaian sistem angkutan umum massal, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), instalasi pengolahan air minum (IPAM), fasilitas penunjang kota spons, pengolahan sampah, penambahan amenitas digital dan perkotaan.

Tahap IV pada 2035-2039 dimulai pengembangan bidang pendidikan dan kesehatan serta penyelesaian pembangunan kereta api regional dan bendungan multiguna serta tahap 5 pada 2040-2045 yang ditandai dengan pengembangan industri berkelanjutan serta pertumbuhan penduduk yang telah stabil.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Fadhilah

Sumber : Kompas TV


TERBARU