> >

ICW Surati Menko Luhut, Minta Buka Data yang Sebut Masyarakat Dukung Penundaan Pemilu 2024

Berita utama | 30 Maret 2022, 13:41 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Sumber: Instagram @luhut.pandjaitan)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Indonesia Corruption Watch (ICW) melayangkan surat kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) untuk meminta Menkomarves, Luhur Binsar Pandjaitan, membuka data 110 juta pengguna media sosial yang ia klaim menyatakan mendukung penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. 

"Pada hari ICW resmi mengirimkan surat permintaan informasi publik kepada Luhut Binsar Pandjaitan, Menkomarves, tentang big data mendukung penundaan Pemilu tahun 2024," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, di gedung Kemenkomarves, Rabu (30/3/22). 

Baca Juga: Menko Luhut Tanggapi Soal Rencana Kehadiran Presiden Rusia Putin di KTT G20 Indonesia

Kurnia mengatakan pihaknya meminta Luhut bertanggung jawab atas pernyataannya tersebut. 

Terlebih, kata dia, berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang Kemenkomarves, tidak ada klausul yang menyatakan tugas Menkomarves untuk bicara mengenai politik. 

Ia meminta Luhut menjelaskan bagaimana metodologi, kapan, dan untuk apa pengambilan data tersebut dilakukan. 

"Berdasarkan UU Keterbukaan Informasi Publik, harus mampu dijelaskan bagaimana metodologinya, kapan dilakukan, dan untuk apa dilakukan," kata dia.  

Menurut dia, banyak pihak yang meragukan keabsahan legalitas dari data yang Luhut paparkan. 

"Kami tidak ingin pejabat publik bicara tanpa ada bukti yang konkrit," kata diam 

Jika Luhut tidak bisa menjelaskan, lanjut dia, maka Presiden Joko Widodo diminta menegur dan mengevaluasi kinerja Luhut yang disebut bicara tanpa kewenangan dan data yang jelas. 

Penulis : Hasya Nindita Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU