> >

Temuan LPSK: Putra Bupati Langkat Nonaktif Diduga Terlibat Penyiksaan Penghuni Kerangkeng Manusia

Hukum | 15 Maret 2022, 19:55 WIB
Tim gabungan dari Polda Sumut mendatangi kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat non-aktif Terbit Rencana Perangin-angin. (Sumber: Dok. Polda Sumut via KOMPAS.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Putra Bupati Langkat nonaktif, Dewa Perangin-angin, diduga terlibat dalam kasus kekerasan terhadap penghuni kerangkeng manusia milik ayahnya.

Hal ini diketahui dari penelusuran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Laporan tersebut menjelaskan, dalam struktur pengurusan kerangkeng manusia, Dewa menjabat sebagai wakil ketua. Sedangkan ayahnya, Terbit Rencana Perangin-angin, adalah ketua. 

Dewa juga diduga terlibat dalam penyiksaan. Dokumen LPSK menyebut ada empat korban penghuni kerangkeng manusia yang mengalami putus jari tangan akibat penyiksaan yang diduga dilakukan oleh Dewa.

Baca Juga: Hadiah Mobil Mewah Bupati Langkat ke Putrinya Jadi Bahan KPK buat Telusuri Aliran Uang Suap

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi membenarkan ada peran DW atau DP dalam kasus kekerasan di kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-angin.

"Benar, DW atau DP adalah Dewa Perangin-angin," ujar Edwin saat dikonfirmasi terkait dokumen LPSK, Selasa (15/3/2022), dikutip dari Kompas.com.

Edwin menambahkan, para korban dieksploitasi untuk bekerja sebagai buruh pabrik dan penyedia makan ternak hingga buruh perkebunan sawit milik Terbit.

Jam kerja para penghuni kerangkeng tersebut dari pukul 08.00 WIB sampai 17.00 WIB dan 20.00 WIB sampai 08.00 WIB.

Baca Juga: Kerangkeng Manusia di Langkat: Mengapa Polisi Belum Tetapkan Tersangka?

Menurut Edwin, ada perbedaan perlakuan yang diterapkan pengurus kerangkeng manusia terhadap korban penghuni kerangkeng manusia saat dipekerjakan di peternakan dan perkebunan milik Terbit. 

Penulis : Johannes Mangihot Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas.com


TERBARU