> >

Pengamat Nilai PBNU Era Gus Yahya Bakal Menggerus Suara PKB

Politik | 15 Januari 2022, 10:57 WIB
Muhaimin Iskandar atau biasa Cak Imin atau Gus Muhaimin dalam acara PKB. Pengamat dari The Political Literacy menilai efek PBNU Era Gus Yahya bisa menggerus suara PKB (Sumber: Dokumentasi PKB)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengamat Islam Politik dari The Political Literacy, Muhammad Hanifudin, mengungkap potensi tergerusnya suara PKB terkait dengan kepengurusan PBNU di era Gus Yahya Cholil Staquf.

Menurut Hanif, sedikit banyak suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang biasanya menyasar warga Nahdliyin akan berpengaruh.

Apalagi, dalam kepengurusan PBNU era Gus Yahya periode 2022-2027 tersebut orang atau kader PKB sedikit sekali berada di jajaran kepengurusan PBNU baru itu.

“Sedikit banyak potensi tergerusnya suara PKB tentu ada. Menjadi konsekuensi komposisi struktural PBNU (yang sedikit memasukkan unsur PKB),” papar Hanif kepada KOMPAS.TV, Sabtu (15/1/2022).

Hanif lantas mengatakan, PKB secara serius bahkan harus memikirkan strategi lagi untuk menggaet warga Nahdilyin.

“Karena itu PKB perlu memikirkan strategi baru untuk tetap bisa mendapatkan suara warga NU. Program dan konsistensi PKB memperjuangkan kepentingan warga NU harus dijalankan secara nyata."

Baca Juga: Orang PKB Sedikit di PBNU Era Gus Yahya, Peneliti: Biar Kelompok Politik Tidak Mendominasi

Penulis buku kolaborasi The Political Literacy bertajuk Strategi Politik, Pendektan Teoritis dan Praktis (2019) lantas memaparkan potensi PKB tidak lagi dominan sebagai wajah partai yang dekat PBNU.

PKB menurut Hanif berbeda dengan partai lain di PBNU.

Apalagi, punya jejak historis sebagai partai yang didirikan oleh PBNU dan kental identitas Nahdlyin.

“PKB Tidak dominan, tetapi punya kesempatan yang sama (dengan partai lain). Tinggal PKB bisa memanfaatkan peluang ini atau tidak. Bahkan, PKB punya bekal historis yang tidak dimiliki partai lain,” tutupnya.

Baca Juga: Politikus di Kepengurusan PBNU Era Gus Yahya: Nusron Wahid, Gus Ipul hingga Nasyirul Falakh Amru

Seperti diberitakan KOMPAS.TV sebelumnya, Waketum PBNU Nusron Wahid menepis anggapan terkait sedikitnya orang PKB di kepengurusan PBNU era Gus Yahya.

Politikus Golkar itu juga menjelaskan, ada beberapa orang PKB yang dipilih Gus Yahya dan duduk dalam kepengurusan PBNU kali ini. 

“Ada juga yang PKB, Pak Amin Said itu PKB. Pernah jadi Wasekjen PKB, diusung PKB jadi bupati Bondowoso,” kata Nusron Wahid di Sapa Indonesia Malam KompasTV, Rabu (12/1) lalu. 

Amin Said adalah mantan bupati Bondowoso dua periode tahun 2008-2012 dan 2012-2014 dan saat ini duduk menjadi salah satu Ketua PBNU.

Baca Juga: Nusron Wahid Buka Suara soal Sedikit Orang PKB di PBNU Era Gus Yahya

 

Penulis : Dedik Priyanto Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU