> >

Berkaca dari Sejarah, Virolog Ungkap 2 Syarat Agar Pandemi Covid-19 Jadi Flu Musiman

Peristiwa | 12 Januari 2022, 09:30 WIB
Ilustrasi. Seorang warga mematuhi protokol pencegahan Covid-19 dengan memakai masker di Bandara Internasional Phnom Penh, Kamboja. Foto diambil pada 3 April 2020. Pada 15 Desember 2021, Kamboja mengonfirmasi virus Covid-19 varian Omicron telah masuk negaranya. (Sumber: Heng Sinith/Associated Press)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Virolog di Universitas Udayana Bali, Profesor I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengungkapkan, dua syarat agar pandemi Covid-19 dapat menjadi flu musiman.

Dalam tayangan Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Mahardika mengatakan bahwa hal tersebut sudah dibuktikan dari sejarah yang telah ada.

“Sejarah selalu mengulang dirinya sendiri. Pada 100 tahun yang lalu, pandemi luar biasa hebat, dimana korban adalah lima persen penduduk dunia,” kata Mahardika, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga: Puncak Omicron Diprediksi Februari, Virolog: Tidak Ada yang Bisa Dikerjakan Lagi untuk Menekan Laju

Dia mengatakan, pandemi dapat berakhir jika banyak orang yang sudah terpapar memiliki kekebalan tubuh dan virus yang menginfeksi sudah bermutasi menjadi tidak ganas.

“Itu berakhir dengan dua hal, banyak orang yang sudah terpapar dan sembuh atau sudah kebal. Yang kedua adalah virus itu berubah menjadi virus yang kurang ganas, menjadi flu musiman,” jelasnya.

Berkaca dari sejarah masa lalu, Mahardika mengemukakan dua syarat agar pandemi Covid-19 dapat menjadi flu musiman.

“Syaratnya dua untuk menjadi flu musiman, satu harus cepat menyebar. Omicron sudah memenuhi syarat. Kedua, harus menimbulkan gejala yang jauh lebih ringan.”

Lantas, kapan prediksi pandemi Covid-19 akan dapat dikendalikan?

Mahardika mengatakan jika 100 tahun yang lalu dibutuhkan waktu 3-4 tahun untuk mengakhir pandemi dengan dua cara tersebut.

Namun, dengan adanya vaksin Covid-19, ditambah vaksin booster yang kini tengah digencarkan dan di Indonesia pada hari ini, Rabu (12/1) mulai disuntikkan ke masyarakat maka pandemi Covid-19 diharapkan lebih cepat dikendalikan.

Penulis : Fiqih Rahmawati Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU