> >

Wali Kota Bekasi Dianulir dari Calon Penerima Anugerah Kebudayaan 2022, DK PWI Apresiasi

Peristiwa | 12 Januari 2022, 02:04 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengenakan rompi oranye tahanan KPK, Kamis (6/1/2021).(Sumber: KOMPAS TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menganulir calon penerima Anugerah Kebudayaan 2022, yakni Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Pasalnya, Wali Kota tersebut terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim KPK.

Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat menilai secara positif keputusan tersebut sebagai upaya menegakkan marwah dan martabat PWI sebagai organisasi wartawan profesional.

“DK PWI Pusat mengapresiasi keputusan Pengurus PWI Pusat menganulir calon penerima Anugerah Kebudayaan 2022 yaitu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi,” kata Ketua DK PWI Ilham Bintang dalam siaran persnya, Selasa (11/1/2022).

Apresiasi kepada Pengurus PWI Pusat itu merupakan salah satu keputusan di dalam rapat awal tahun 2022 pengurus DK PWI yang berlangsung pada Selasa siang melalui aplikasi zoom.

Rapat online tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DK Ilham Bintang dan dihadiri Sasongko Tedjo selaku Sekretaris.

Selain mereka, hadir pula anggota DK PWI yaitu Asro Kamal Rokan, Nasihin Masha, Raja Pane, Tri Agung dan Rosianna Silalahi.

Rapat yang berlangsung selama 90 menit itu juga membahas rencana penyelenggaraan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 yang akan berlangsung di Kendari, tepatnya pada 9 Februari mendatang.

Baca Juga: Menkominfo Apresiasi Program Vaksinasi yang Diselenggarakan oleh Kompas Gramedia dan PWI

Terkait HPN tersebut, DK PWI mengharapkan semua pihak, panitia maupun peserta untuk mentaati protokol kesehatan secara ketat.

Tujuannya tak lain supaya HPN tidak menimbulkan klaster baru.

Di samping itu juga untuk mencegah penularan varian baru Omicron agar tidak meluas.

Oleh karena itu, panitia HPN hendaknya membatasi jumlah undangan, peserta atau perwakilan dari daerah.

Beberapa kegiatan dapat diselenggarakan secara daring, paling tidak secara hybrid yakni kombinasi daring dan luring.

Secara rinci dan mendalam mengenai semua penghargaan PWI akan dibahas bersama dengan pengurus PWI Pusat.

Pembahasannya dalam forum evaluasi secara menyeluruh setelah penyelenggaraan HPN tersebut.

DK PWI akan merekomendasikan penghargaan kepada tokoh pers yang berprestasi dalam memperjuangkan kemerdekaan pers, menjadi teladan, dan inspirasi masyarakat pers.

“Juga kepada anggota masyakarat, baik kepada individu atau kelompok yang berprestasi tingkat nasional maupun internasional, yang karya-karyanya, penemuannya memberi manfaat pada masyarakat luas,” terang Ilham, menjelaskan.

Baca Juga: KPK Amankan Rp5,7 Miliar Suap Pengadaan Barang dan Jasa Wali Kota Bekasi

Penulis : Fransisca Natalia Editor : Deni-Muliya

Sumber : Kompas TV


TERBARU