> >

Tito Minta Kepala Daerah Kampanye Tertib Masker: Apa Pun Variannya Masuk Lewat Rongga Pernapasan

Berita utama | 6 Januari 2022, 09:32 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian bilang akan kenakan sanksi daerah yang kurang 70 persen vaksinasi (Sumber: Divisi Humas Polri)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta seluruh kepala daerah terus mengkampanyekan protokol kesehatan (prokes) dan tertib menggunakan masker kepada warganya.

Hal tersebut penting dilakukan untuk mencegah masuknya Covid-19 apapun variannya.

“Saya sudah sampaikan kepada Gubernur Lampung, wali kota, dan bupati agar tetap mengkampanyekan prokes, terutama penggunaan masker karena apa pun variannya semua masuk lewat rongga pernapasan,” kata Tito Karnavian dikutip dari Antara, Kamis (6/1/2021).

Tidak hanya itu, Mendagri Tito juga meminta kepada seluruh kepala daerah di Lampung untuk mempercepat vaksinasi, terutama untuk warga lanjut usia (lansia) dengan cara "door to door".

“Dengan begitu diharapkan tingkat kematian dan keterjangkitan masyarakat terhadap COVID-19, terutama orang tua bisa menurun,” ujar Tito.

Baca Juga: Dinkes DKI: 95 Persen Kasus Omicron di Jakarta Adalah Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Lebih lanjut, Mendagri mengingatkan kepada seluruh kepala daerah agar tidak lengah dengan situasi seusai Natal dan Tahun Baru 2022. Tito berharap, dua pekan ke depan setelah Natal dan Tahun Baru 2022 tidak ada lonjakan kasus secara nasional.

“Ini tes yang sangat penting dengan kekebalan tubuh yang cukup tinggi jadi modal kita. Adanya varian Omicron mudah-mudahan bisa diatasi oleh kemampuan antibodi yang telah diumumkan relatif tinggi,” ucap Tito.

Dalam harapannya, dia ingin seluruh kepala daerah benar-benar siap jika ada situasi terburuk apabila terjadi lonjakan kasus COVID-19 varian Omicron.

“Ketika ada lonjakan kasus masuk rumah sakit diberikan perawatan maksimal kita sudah siap. Dalam satu bulan ini, saya minta betul-betul disiapkan semuanya, baik itu obat, tenaga kesehatan, oksigen, dan lainnya, kita harus belajar dari pengalaman yang lalu,” katanya.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU