> >

Pakar Geologi Sarankan Pasang Alat Sensor di Semeru agar Peringatan Dini Efektif

Peristiwa | 10 Desember 2021, 21:50 WIB
Gunung Semeru, memuntahkan material vulkanik saat terjadi erupsi, dilihat dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Senin (6/12/2021). Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disarankan memasang alat sensor longsoran kubah lava untuk memantau aktivitas Gunung Semeru. (Sumber: AP Photo/Trisnadi)

Usulan lainnya adalah diseminasi informasi kewaspadaan aktivitas Gunung Semeru lewat media sosial. Amien meyakini, di era media sosial, pesan-pesan kewaspadaan tersebut bisa efektif untuk memberitahu masyarakat apa yang harus dilakukan saat ada aktivitas Gunung Semeru yang berpotensi mengancam keselamatan.

Baca Juga: Siaga, Gunung Merapi Erupsi Lagi

“Zaman sekarang peta-peta itu harus ditampilkan lewat YouTube. Mungkin kita  bisa minta bantuan konten kreator untuk membuat itu. Sehingga mereka (masyarakat) tahu apa yang terjadi,” ujarnya.

Masyarakat, sambung Amien, juga perlu membangun sistem peringatan dini sendiri, misalnya lewat sirene bahaya atau lewat telepon genggam yang mudah untuk mengabarkan situasi berbahaya dan informasi mengenai peta evakuasi.  

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Eko Budi Lelono menyampaikan, sistem peringatan dini yang ideal terdiri dari empat komponen. Yakni, pengetahuan mengenai resiko; sistem pemantauan dan peringatan; sistem komunikasi dan diseminasi informasi; serta kemampuan respons.

Menurutnya, tugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) yang berada di bawah Badan Geologi adalah terkait komponen pemantauan dan peringatan serta sistem komunikasi dan diseminasi informasi.

Baca Juga: Proses Pencarian Korban Bencana Semeru Berhenti Beberapa Kali, Cuaca Dinamis Jadi Penghambat Utama!

Untuk pemantauan dan peringatan, PVMBG terus memantau aktivitas kegunungapian selama 24 jam. Sementara untuk peringatan, PVMBG menyusun peta kawasan rawan bencana.

Sedangkan untuk diseminasi informasi, begitu ada kejadian atau peningkatan aktivitas gunung api, PVMBG langusung melaporkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah. Selain itu, PVMBG menginformasikan secara informal lewat group WhatsApp yang di dalamnya ada pejabat daerah, tokoh masyarakat dan relawan atau komunitas.

“Harapannya, semua informasi ini, karena isinya (grup WhatsApp) para tokoh, mestinya sampai cepat harapannya,” pungkasnya.

Penulis : Vidi Batlolone Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU