> >

Ada Kecurangan di Seleksi CASN, Pengamat: Diduga Ada Unsur Kesengajaan dan Keterlibatan Orang Dalam

Peristiwa | 7 November 2021, 13:21 WIB
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menyebut bahwa ada unsur kesengajaan dalam kecurangan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN). (Sumber: Tangkapan Layar Kompas TV/Nurul)

JAKARTA, KOMPAS.TV — Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menyebut bahwa ada unsur kesengajaan dalam kecurangan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).

Menurutnya, hal tersebut terlihat dari banyaknya temuan peserta yang melakukan kecurangan.

Bahkan dirinya menduga bahwa jika dilakukan penelusuran di titik lokasi (tilok) lain, kemungkinan akan ditemukan.

“Kalau misalnya tidak ada kesengajaan itu, paling beberapa puluh orang. Kalau ini kan ratusan dan kemungkinan kalau dibongkar secara keseluruhan khususnya di titik lokasi (tilok) mandiri lho ya, semuanya penyelenggaraan ini akan banyak ditemukan,” kata Trubus dalam program Dialog Sapa Indonesia Akhir Pekan KOMPAS TV, Minggu (7/11/2021).

Lebih lanjut, Trubus menjelaskan kemungkinan adanya temuan kecurangan dalam seleksi CASN di lokasi lain lantaran canggihnya teknologi yang digunakan oleh peserta. Dan, kata Trubus, teknologi tersebut sudah jelas disengaja dan dimodifikasi demi memuluskan kecurangan.

Baca Juga: Kecurangan Seleksi CASN Diduga Karena Diretas, Ini Penjelasan Kemenpan-RB

“Karena persoalannya kemudian dengan teknologi yang canggih. Mereka juga sudah melakukan berbagai modifikasi yang secara sengaja untuk bisa melakukan (kecurangan —red),” jelas Trubus.

Selain itu, dosen Trisakti ini juga menduga adanya peretasan hingga keterlibatan orang dalam yang bermain di kecurangan seleksi CASN ini.

“Iya ada peretasan, bisa jadi karena ada orang dalem yang ikut bermain juga karena persoalannya unsur kesengajaannya sangat tinggi. Karena kalau tidak tinggi bagaimana bisa sampai ratusan orang kan gitu,” paparnya.

Trubus juga mendorong instansi terkait dalam seleksi CASN dapat memberikan sanksi berat terhadap para pelaku dari kecurangan seleksi ini. Baik itu peserta hingga orang dalam yang terlibat.

Penulis : Nurul Fitriana Editor : Purwanto

Sumber : Kompas TV


TERBARU