> >

Pilih Jenderal Andika Perkasa Jadi Panglima TNI, Jokowi Cari Aman dari Eskalasi Politik 2024

Berita utama | 3 November 2021, 15:55 WIB
Presiden Jokowi pada puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda, Kamis (28/10/2021). (Sumber: Tangkapan Layar Youtube Setpres/ninuk)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Analis Militer Lab 45 Andi Widjajanto menilai keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Jenderal Andika Perkasa sebagai calon Panglima TNI jauh lebih aman jika mencermati eskalasi politik.

Sebab, jika memilih Laksamana Yudo Margono atau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo itu artinya Presiden Jokowi akan dihadapkan pada pemilihan Panglima TNI baru di tengah situasi politik yang panas.

“Pak Yudo dan Pak Fadjar itu akan pensiun di tengah-tengah isu politik yang sangat panas dan kemungkinan DPR juga akan fokus melakukan pemilihan legislatif,” jelas Andi Widjajanto di KOMPAS TV, Rabu (3/11/2021).

Lantas dikonfirmasi bagaimana dengan penunjukkan Jenderal Andika Perkasa yang tidak sesuai dengan giliran matra.

Andi menuturkan, di Undang-undang TNI kebutuhan rotasi tidak menyatakan keharusan ada giliran matra dalam penunjukkan posisi Panglima TNI.

Baca Juga: Andika Perkasa Diusulkan Jadi Panglima TNI, Ini Daftar Pertanyaan Fit and Proper Testnya

“Yang dipakai itu dapat, bukan harus. Dan selama ini dari masa  SBY ke  Jokowi sejak UU TNI berlaku 2004 tidak ketat rotasi itu. Jadi tidak harus AD, AL, AU,” tegas Andi Widjajanto yang merupakan Mantan Seskab di Pemerintahan Pertama Jokowi.

Andi pun meyakini penunjukkan Panglima TNI tanpa giliran matra tidak akan menimbulkan kecumburuan.

“Mudah untuk mendapatkan soliditas organisasi ya apalagi di masa  Jokowi dibentuk Kogabwilhan, satuan baru, sudah diusulkan dari masa  SBY tapi dibentuk di masa  Jokowi. Kogabwilhan itu betul-betul integrasi antar-matra,” ujarnya.

Di samping itu, Andi menilai Jenderal Andika Perkasa sejauh ini sudah menyelesaikan tiga kinerja utama.

“Saya lihat  Andika itu waktu menjabat jadi KSAD itu ada ada tiga kinerja yang utama ya. Yang pertama selesai melakukan restrukturisasi organisasi Angkatan Darat,” ucap Andi.

“Sehingga organisasi Angkatan Darat di masa Andika itu berbeda jauh dengan masa ketika misalnya  Mulyono atau  Gatot jadi KSAD. Ada perubahan yang sangat signifikan.”

Baca Juga: Siap Amankan Fit and Proper Test Panglima TNI, Gerindra Minta Ini ke Andika Perkasa untuk Prabowo

Kedua, sambung Andi, Jenderal Andika juga berhasil menuntaskan rangkaian doktrin TNI AD.

“Mulai dari doktrin dasar gerilya sampai petunjuk-petunjuk lapangan itu dalam waktu satu setengah tahun 40-an doktrin yang dituntaskan,” kata Andi.

Terakhir yang paling menonjol dalam kinerja Jenderal Andika Perkasa adalah latihan bersama antara Amerika Serikat-Indonesia lewat latihan Garuda Shield yang merupakan latihan terbesar yang pernah dilakukan Angkatan Darat dengan negara sahabat.

“Dengan tiga  keberhasilan ini, ada optimisme bahwa nanti ketika Andika menjadi Panglima ada terobosan-terobosan baik dari sisi organisasi,” ucap Andi.

“Lalu kemudian doktrin militer dan juga dari sisi kerjasama untuk melakukan operasi militer yang bisa menguatkan kemampuan TNI ke depan.”

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Iman-Firdaus

Sumber : Kompas TV


TERBARU