> >

Pasca Kecelakaan Maut, DPRD DKI Minta PT Transjakarta Sediakan Klinik Kesehatan Sopir

Peristiwa | 27 Oktober 2021, 19:24 WIB
Dua bus TransJakarta tabrakan di Halte Cawang-Ciliwung, Jakarta Timur, Senin (25/10/2021). Pasca kecelakaan itu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz meminta PT Transjakarta menyediakan klinik kesehatan bagi sopir bus. (Sumber: Tangkapan layar dari @jktinfo via kompas.com)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz meminta PT Transjakarta menyediakan klinik kesehatan bagi sopir pasca kecelakaan maut antara dua bus Transjakarta yang terjadi di ruas jalan MT Haryono, Senin (25/10/2021) lalu. 

Klinik kesehatan ini guna memastikan para sopir bus bekerja dalam kondisi yang prima. 

"Sebelum sopir itu mengemudi, paling tidak ada tensi dicek, ada cek ringan (oleh) dokter, (menyatakan) bahwa orang ini tidak dalam kelelahan. Terus tekanan darah normal, gitu kan, suhu normal," kata Aziz saat dihubungi Kompas TV melalui telepon, Rabu (27/10/2021).

Berdasarkan laporannya, PT Transjakarta mengeklaim bahwa pengecekan kesehatan sudah dilakukan dan pengemudi dinyatakan sehat. Namun, surat pernyataan tersebut dinilai belum maksimal dalam menggambarkan kondisi fisik sopir. 

"Kita berasumsi bahwa kalaupun dijalankan, (maka) tes itu belum maksimal. Kita juga akan tinjau lapangan nanti, bukan sekadar dokumen pernyataan," ujar dia.

Baca Juga: Laporan PT Transjakarta ke DPRD DKI: Bus yang Terlibat Kecelakaan Laik Operasi

Aziz mengatakan, ia berharap setiap depo harus menyediakan klinik kesehatan untuk mengecek kesehatan para pengemudi.

Selain klinik kesehatan, ia juga memberikan usul agar di dalam bus harus ada stiker yang memuat nomor pengaduan jika ada sopir yang bertugas ugal-ugalan.

Dalam laporan PT Transjakarta kepada Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, disebutkan upaya mitigasi dan perbaikan yang dilakukan usai tabrakan dua bus TransJakarta.

Sebelumnya, terjadi peristiwa nahas tabrakan maut antara dua bus Transjakarta di sekitar ruas jalan MT Haryono, Senin (25/10/2021) pagi. Ada dugaan kecelakaan terjadi karena sopir bus mengantuk. 

Penulis : Hasya Nindita Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU